DPR RI Minta Pengusaha Tapioka di Lampung Gunakan Timbangan Digital
Anggota Komisi II DPR RI Hanan A Rozak saat dimintai keterangan, Kamis (24/6/2021).
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendorong kepada semua perusahaan tapioka yang ada di Lampung untuk menggunakan timbangan digital agar mengetahui secara pasti kadar aci yang dihasilkan oleh tanaman singkong.
"Pengusaha harus semua punya timbangan. Jadi ketika petani sebelum panen bisa numpang menimbang dulu agar tahu apakah singkong sudah memenuhi standar panen atau belum," ujar anggota Komisi II DPR RI Hanan A Rozak saat dimintai keterangan, Kamis (24/6/2021).
Ia mengatakan, ubi kayu yang dipanen tepat waktu akan menghasilkan tapioka dengan kualitas yang baik dan rendeman yang tinggi. Sementara waktu panen yang terlalu cepat akan merugikan karena kandungan kadar pati dari ubi kayu masih rendah.
"Harga singkong diseluruh daerah rata-rata sudah diatas Rp.900 rupiah bahkan ada yang mencapai Rp. 1.250 rupiah. Tetapi masalah rafaksi masih menjadi perdebatan karena berkaitan dengan umur panen karena pengusaha beli singkong bukan mau beli onggok," katanya.
Anggota DPR RI Dapil Lampung II itu juga mengaku jika pihaknya terus memberikan pemahaman serta sosialisasi kepada seluruh petani untuk melakukan panen sesuai dengan usia yakni minimal 9 bulan masa tanam.
"Tentunya secara bertahap akan kita sosialisasikan kepada masyarakat. Pada saatnya nanti harus tegas baik pengusaha maupun pemerintah yang panen dibawah 9 bulan jangan salahkan pemerintah atau pengusaha jika tidak akan ditampung oleh pabrik," katanya.
Menurutnya, berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan para petani terpaksa melakukan panen sebelum usia yang ditentukan akibat keadaan ekonomi yang dinilai mendesak.
"Maka dengan adanya program dari pemerintah daerah melalui KPB mereka akan diberikan pendampingan untuk bergabung dan mendapatkan fasilitas kur sebagai salah satu mengatasi nya," katanya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jika angka produksi singkong di Lampung mencapi 6.683.758ton yang menjadikan Lampung sebagai daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia dari total produksi di seluruh Indonesia yang menyentuh angka 19.341.233 ton. (*)
Video KUPAS TV : UIN RADEN INTAN RESMIKAN PENGOLAHAN SAMPAH ‘GREEN CORNER’
Berita Lainnya
-
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026 -
Pentas Islami XIX 2026 Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Ukhuwah dan Prestasi Pelajar Muslim Lampung
Jumat, 15 Mei 2026 -
Peduli Lansia, Srikandi PLN UID Lampung Berikan Bantuan Nutrisi hingga Pemeriksaan Kesehatan
Jumat, 15 Mei 2026








