Oksigen di Bandar Lampung Langka, Agen: Tak Ada Kenaikan Harga
Oksigen di Bandar Lampung Langka. Foto: Rohmah/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Oksigen di beberapa agen di Bandar Lampung mengalami kelangkaan. Namun terkait hal itu, beberapa pemilik agen mengaku tidak ada kenaikan harga.
Salah satu pemilik agen tabung oksigen di Kelurahan Suka Jawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Cici menyampaikan bahwa untuk harga tidak mengalami kenaikan.
“Alhamdulillah masih sama untuk harga. Tak ada kenaikan. Untuk tabung yang kecil Rp50.000 dan tabung yang besar Rp100.000,” kata Cici, saat ditemui kupastuntas.co, Rabu (7/7/2021).
Ia juga mengatakan, setiap agen juga menjual selang napas yang dijual seharga Rp30.000. Kemudian permintaan dalam dua minggu terakhir ini memang banyak, sehingga stok lebih cepat habis.
"Kalau sebelumnya yang isi ulang kesini mungkin sekitar 10 atau belasan orang, kalau sekarang bisa sampai 20 lebih,” terangnya.
Cici mengatakan bahwa pelanggannya biasanya selain untuk kebutuhan pasien rawat jalan, juga untuk bengkel dan oksigen peliharaan ikan. Sedangkan untuk agen saat ini hanya mendapat jatah pengisian tabung besar sekitar 10-20 tabung.
"Kalau bengkel biasanya pesan, 3 hari kemudian baru bisa diambil. Tapi sekarang kami utamakan layani yang sakit dulu, jadi kalau ada yang baru pertama kali kesini kami tanyakan dulu kebutuhannya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, untuk menjadi agen tabung oksigen harus punya surat rekomendasi dari Puskesmas setempat.
"Karena kami juga memasok untuk Puskesmas. Biasanya Puskesmas yang isi disini itu dari Puskesmas Pidada, Sukabumi, Kemiling dan Bernung,” ungkapnya.
Ia juga berharap bahwa agen-agen tabung oksigen juga diberikan APD (Alat Pelindung Diri), karena ia takut jika ada konsumen yang membutuhkan tabung berisiko positif Covid-19.
Sementara salah satu konsumen tabung oksigen, Nando mengaku, saat ini dirinya sulit untuk menemukan agen tabung oksigen yang bisa mengisi oksigen.
"Susah memang nyarinya. Saya biasanya ngisi di Kedaton dan ini saya butuh untuk Ayah saya yang sedang sakit. Saya kesini juga baru kali ini dapat informasi dari mulut ke mulut,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar kesediaan tabung oksigen khususnya di Bandar Lampung diperbanyak, agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa menemukan dengan mudah. (*)
Video KUPAS TV : HATI HATI! BANDAR LAMPUNG ZONA MERAH LAGI
Berita Lainnya
-
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026 -
Pentas Islami XIX 2026 Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Ukhuwah dan Prestasi Pelajar Muslim Lampung
Jumat, 15 Mei 2026 -
Peduli Lansia, Srikandi PLN UID Lampung Berikan Bantuan Nutrisi hingga Pemeriksaan Kesehatan
Jumat, 15 Mei 2026








