PPKM Darurat, Jumlah Penumpang di Bandara Radin Inten II Menurun Hingga 70 Persen
Executive General Manager (EGM) Bandara Radin Inten II Lampung M. Hendra Irawan
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di luar Jawa-Bali, jumlah penumpang pesawat di Bandara Radin Inten II mengalami penurunan yang cukup siginifikan.
Executive General Manager (EGM) Bandara Radin Inten II Lampung M. Hendra Irawan mengatakan, penurunan penumpang yang terjadi di Bandara yang ia kelola mencapai 70 persen.
"Pada kondisi normal dimasa pandemi jumlah penumpang mencapai 800 orang. Namun dimasa PPKM darurat ini hanya mencapai 130 sampai 150 penumpang," ungkap Hendra saat dikonfirmasi kupastuntas.co, Selasa (13/7/2021).
Ia melanjutkan, penurunan jumlah penumpang tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti banyaknya persyaratan yang harus disiapkan oleh calon penumpang serta pengurangan jam operasional Bandara yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura II.
"Syarat penerbangan selama PPKM darurat ini ditambah selain surat negatif Covid-19 ditambah surat vaksin minimal dosis pertama. Kita juga kurangi jam operasional karena kita lindungi tenaga kerja kita karena ada yang bermukim di Bandar Lampung dan Metro," paparnya.
Ia melanjutkan, penumpang dari Bandara Radin Inten II banyak yang menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. Sementara untuk maskapai yang beroperasi saat ini ialah Lion Air, Batik Air dan Garuda Indonesia sedangkan untuk Citilink tidak beroperasi hingga akhir bulan.
"Jam operasional Bandara saat ini dari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Namun pada prinsip kita mendukung mawkapai kalau ada yang minta perpanjangan waktu, semua karena terbatas operasional kita tetap bantu," katanya.
Menurut Hendra, penurunan jumlah penumpang di Bandara Radin Inten II tersebut juga membuktikan jika masyarakat sudah mulai mengikuti instruksi pemerintah untuk tetap berada di rumah dan mengurangi mobilitas.
"Artinya masyarakat sudah patuh untuk tidak berpergian dan berfikir berkali-kali karena persyaratan ketat dan masih zona merah banyak yang menunda dahulu bepergian," tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026 -
Pentas Islami XIX 2026 Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Ukhuwah dan Prestasi Pelajar Muslim Lampung
Jumat, 15 Mei 2026 -
Peduli Lansia, Srikandi PLN UID Lampung Berikan Bantuan Nutrisi hingga Pemeriksaan Kesehatan
Jumat, 15 Mei 2026








