Sejak 2019, Hak Paten Tungku Karya Masyarakat Braja Selebah Belum Juga Terealisasi
Bukti pemasaran tungku kariya warga Lampung Timur sudah menembus luar Provinsi, namun hak paten belum dimiliki. Foto : Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Janji pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang akan membuatkan hak paten tungku karya masyarakat Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, hanya isapan jempol, sebab janji yang digemborkan sejak 2019 silam sampai hari ini belum terealisasi.
Seperti yang dikatakan pengusaha tungku Kecamatan Braja Selebah, Anton janji pemerintah ingin membuatkan hak paten itu sejak kepemimpinan Chusnunia Chalim, namun kenyataannya sampai sekarang belum terealisasi.
"Bahkan pada waktu festival seribu tungku pada 2019 silam di Desa Braja Luhur, Bu Chusnunia Chalim selaku Bupati mengatakan di hadapan ratusan pengrajin tungku, akan segera diterbitkan hak paten, tapi hanya isapan jempol," terang Anton.
Padahal hak paten itu banyak manfaatnya seperti jaminan perlindungan hukum, menjadi sangat penting untuk sebuah bisnis sehingga pengusaha perlu memasukkan bisnisnya untuk mendapatkan hak dagang, penemuan dan daya cipta. Dengan adanya hak tersebut, suatu bisnis akan memperoleh perlindungan dan pengakuan sah.
Menambah kepercayaan konsumen, dengan hak paten perusahaan memiliki bukti yang kuat bahwa semua ide dan produk yang dihasilkan adalah asli dari perusahaan tersebut tanpa menduplikasi produk dari pihak lain. Hal tersebut akan menambah kepercayaan konsumen dan berdedikasi pada perusahaan tersebut.
Dan jangkauan bisnis akan semakin luas dan menembus pasar global karena adanya hak pengakuan inovasi tidak akan ada yang meragukan kredibilitas perusahaan jika hak tersebut sudah dikantongi.
"Sementara tungku hasil karya warga Braja Selebah, sudah menembus pasar yang sangat luas hingga luar provinsi, seperti Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan dan provinsi lainnya," ucap Anton.
Sementara itu, Surono salah seorang warga Kecamatan Braja Selebah, yang sudah malang melintang menjual tungku dengan cara keliling, mengaku ketika ada konsumen di salah satu lingkup pemerintahan Kalimantan, konsumen sempat menanyakan soal hak paten.
"Sering pembeli itu tanya hak paten untuk membuktikan kalau benar tungku yang kami jual berasal dari Lampung Timur, namun saya gak bisa jawab karena memang belum ada hak paten nya," kata Surono. (*)
Video KUPAS TV : UIN RADEN INTAN RESMIKAN PENGOLAHAN SAMPAH ‘GREEN CORNER’
Berita Lainnya
-
Presiden Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar Tangani Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Prabowo Siapkan Banpres Bangun Pagar di Way Kambas, Redam Konflik Gajah dan Warga
Jumat, 13 Maret 2026 -
Usai Tembak Teman Saat Main Kartu, Pemuda di Lampung Timur Menyerahkan Diri ke Polisi
Kamis, 12 Maret 2026 -
Petani Was Was Harga Gabah Anjlok Rp 4.500 per Kg di Lampung Timur
Selasa, 02 April 2024








