• Rabu, 01 Desember 2021

Perbaikan Jalan Dinilai Asal, Warga Blambangan Umpu Way Kanan Protes

Selasa, 27 Juli 2021 - 16.24 WIB
223

Warga yang protes terkait perbaikan jalan yang dinilai asal. Foto: Sandi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan - Puluhan warga melakukan aksi protes terkait pekerjaan proyek jalan di Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan. 

Proyek peningkatan sepanjang lebih kurang 6 km ruas Jalan SP. Andalas-Talang Plastik Kampung Gunung Sangkaran sebesar Rp6,575 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Way Kanan tersebut, di kerjakan oleh PT Firnando Aksal Karya (FAK).

Yona, Koordinator Lapangan yang memprotes pekerjaan jalan mengatakan, pihaknya meminta agar proyek jalan itu dikerjakan dengan baik sesuai dengan RAB. 

“Jangan sampai pekerjaan jalan dikerjakan asal-asalan. Karena, masyarakat sudah sering kecewa. Pasalnya, setiap ada perbaikan jalan kwalitasnya kurang bagus dan cepat rusak,” kata Yono, Selasa (27/7/2021).

Menurutnya, aksi protes yang mereka lakukan sebagai bentuk dukungan agar pembangunan berjalan dengan baik dan mengutamakan kwalitas sehingga tidak terkesan asal jadi.

“Intinya kami meminta, agar pihak kontraktor dapat bekerja dengan baik, supaya jalan yang dibangun bisa awet,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Heri, salah satu warga yang ikut melakukan protes.

Menurutnya, secara kasat mata perbaikan jalan terkesan asal-asalan. Oleh sebab itu, sebelum pekerjaannya selesai, dirinya bersama warga melakukan aksi protes sehingga bisa segera diperbaiki.

Bahkan, Nopfiansyah salah satu warga meminta agar Dinas PU Way Kanan melakukan pengawasan rutin terhadap pekerjaan tersebut.

Ia mengatakan, jika permintaan mereka tidak diindahkan, maka akan segera melaporkan pekerjaan tersebut secara rinci dan tertulis kepada penegak hukum, dan membuat surat kepada DPRD serta Bupati Way Kanan.

“Bila perlu ke presiden juga,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Saput, perwakilan dari kontraktor menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi teguran dari masyarakat jika memang ada hal-hal yang kurang baik dalam pekerjaan tersebut. 

“Nggak apa-apa, kami justru berterimakasih kalau ditegur. Jangan sungkan-sungkan silahkan tegur kalau ada yang kurang baik. InsyaAllah, kami akan upayakan semaksimal mungkin agar jalan ini bisa dibangun lebih baik lagi dari pembangunan sebelumnya,” kata Saput. (*)

Video KUPAS TV : DULU DIBAYAR 50 RIBU, SEKARANG FOLLOWERS JUTAAN! (PART 1)

Editor :