• Selasa, 28 September 2021

TAJUK - Takdir Menjadi PNS

Rabu, 28 Juli 2021 - 03.58 WIB
125

Tajuk. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co - Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang dibutuhkan dalam sebuah pemerintahan, untuk menjalankan regulasi, agar Negara bisa berjalan normal. Bayangkan jika PNS tidak ada, mungkin akan karut-marut, karena segala tata kelola Negara atur ada orang yang menjalankan.

Walaupun Presiden Joko Widodo punya wacana menggantikan sejumlah PNS dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) alias robot. Tetap dibutuhkan PNS yang mengontrol langsung.

Sebenarnya jadi PNS itu tidak salah. Hanya individu yang nakal saja, yang mencoreng citra PNS. Jadi yang terpenting ada dalam diri PNS itu sendiri, apakah benar-benar, menjalankan amanat negara, atau hanya untuk dapat penghasilan dengan berleha-leha. 

Mencari kesejahteraan boleh-boleh saja. Tapi apa salahnya, tetap menjalankan sesuai dengan aturan yang ada. Artinya tidak menyeleweng, dari tugas yang ada, demi dapat tambahan materi.

Diketahui pendaftaran rekrutmen CPNS tahun 2021 resmi ditutup pada Senin (26/7) pukul 00.00 WIB. Formasi dokter spesialis CPNS di beberapa lingkungan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Lampung sepi peminat.

Untuk penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov Lampung, ada tujuh formasi yang kosong pelamar. Jumlah formasi pada penerimaan CPNS sebanyak 429 formasi. Terdiri dari 277 untuk PPPK Guru, 50 untuk tenaga teknis dan 102 tenaga kesehatan.

Tak bisa dipungkiri, untuk lolos tes CPNS dan diterima sebagai PNS bukanlah perkara mudah, bahkan sebagian besar orang menilai ada faktor rezeki dan takdir untuk masuk dan diterima menjadi ASN.

Para peserta seleksi penerimaan CPNS harus mengikuti serangkaian tes yang telah ditentukan, seperti tes kompetensi dasar (TKD) yang terdiri dari Tes Intelegensia Umum, Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Karakteristik Pribadi dan Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Masih ingat kisah Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu sekalipun tetap mengikuti tes CPNS di Solo beberapa lalu, namun sayang sang putri harus gigit jari karena belum diterima.

 Ini menjadi salah satu indikator jika menjadi PNS tidak mudah dan butuh perjuangan ekstra. Tidak sedikit mereka yang memiliki intelegensi tinggi saat kuliah sampai lulus, ternyata justru harus tersingkir saat mengikuti tes CPNS.

Ini membuktikan bahwa modal kepintaran saja tidak cukup. Terkadang harus ada faktor keberuntungan pula didalamnya. Memang terkesan seperti berlebihan, namun seperti itulah fakta yang ada.

Status pekerjaan seseorang  mirip seperti takdir. Meskipun sudah diupayakan dengan segala daya dan upaya, namun juga belum menjadi takdirnya seperti sulit diwujudkan.

Harapannya, tentu saja SDM PNS yang nantinya dinyatakan lulus adalah bukan hanya sekadar pintar, namun juga memiliki akhlak dan moral yang baik. Sehingga saat sudah bekerja nanti tidak mudah terjerumus dalam pusaran korupsi baik yang terjadi di tingkat pusat maupun daerah. (*)