• Selasa, 25 Januari 2022

TAJUK - Terima Kasih, Greysia-Apriyani

Selasa, 03 Agustus 2021 - 04.21 WIB
28

Tajuk. Foto : Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co - Cabang olahraga bulu tangkis kembali mengharumkan mana Indonesia, dengan menyumbangkan medali di ajang olimpiade.

Ganda putri Indonesia Greysia Polii-Apriyani Rahayu menjadi pahlawan Indonesia, setelah meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8). Medali emas ini diraih selang 15 hari menjelang HUT ke-76 RI.

Ini menjadi medali emas pertama, atau mungkin satu-satunya, yang diraih kontingen Indonesia pada helatan Olimpiade di Tokyo.

Medali ini juga jadi catatan sejarah sebagai yang pertama diraih tim ganda putri Indonesia sepanjang keikutsertaan Indonesia di olimpiade.

Greysia-Apriyani menang atas ganda putri Tiongkok, Chen Gingchen-Jia Yivan dalam dua set langsung 21-19 dan 21-15.

Torehan medali ini membuat posisi Indonesia di klasemen sementara terdongkrak naik ke posisi 34, dengan 1 medali emas, 1 perak dan dua perunggu.

Sejak 1992, Indonesia hampir selalu meraih medali di cabang bulu tangkis Olimpiade yang digelar empat tahun sekali. Hanya sekali Indonesia gagal membawa pulang medali, yaitu pada Olimpiade London 2012.

Pada Olimpiade Barcelona 1992, Susy Susanti dan Alan Budikusuma menyumbang dua emas lewat nomor tunggal putri dan tunggal putra. Selain itu, Indonesia juga meraih perak oleh Ardy B Wiranata (tunggal putra) dan ganda Eddy Hartono/Rudi Gunawan. Sementara perunggu diraih Hermawan Susanto di nomor tunggal pura.

Selanjutnya, pada Olimpiade Atlanta 1996, medali emas diraih ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky. Sedangkan, tunggal putri Indonesia Mia Audina menyumbang medali perak. Medali peruggu diraih Antonius Ariantho/Denny Kantono (ganda putra), Susy Susanti (tunggal putri)

Tradisi emas kembali dijaga ganda putra Indonesia Candra Wijaya/Tony Gunawan di Olimpiade Sydney 2000. Medali perak direbut Tri Kusharjanto/Minarti Timur (ganda campuran), dan Hendrawan (tunggal putra)

Olimpiade Athena 2004 menjadi tahun terbaik bagi tunggal putra terbaik Indonesia Taufik Hidayat yang menyumbang medali emas. Sedangkan perunggu diraih Eng Hian/Flandy Limpele (ganda putra) dan Sony Dwi Kuncoro (tunggal putra)

Ganda putra Indonesia kembali menjadi pahlawan pada Olimpiade Beijing 2008, di mana Markis Kido/Hendra Setiawan sukses menyumbang emas. Ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir/Nova Widianto meraih medali perak, dan Maria Kristin Yulianti meraih perunggu. Pada Olimpiade London 2012, Indonesia gagal menyumbang emas. Wakil Indonesia Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad bahkan kalah di perebutan medali perunggu.

Namun, Liliyana-Tontowi menebusnya empat tahun kemudian, dengan meraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Sekaligus medali satu-satunya yang direbut tim bulutangkis Indonesia di ajang itu.

Untuk di tahun ini, kita bangsa Indonesia sangat bangga dengan Greysia Polii-Apriyani Rahayu, dan kemenangan menjadi kado indah masyarakat sebelum HUT Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang. Terimakasih Greysia-Apriyani.(*)