Dinas PPPA Pesibar Ajukan Perbaikan Terkait Data Anak yang Orang tuanya Meninggal Akibat Covid-19
Foto : Ist.
Pesisir Barat, Kupastuntas.co - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pesisir Barat ajukan perbaikan terkait data anak yatim dan yatim piatu yang orang tua nya meninggal akibat Covid-19.
Kasi Perlindungan Anak pada Dinas PPPA Pesisir Barat, Nining Santi mengatakan pengajuan perbaikan tersebut karena adanya ketidaksesuaian data.
"Kita masih menyesuaikan data yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi mengenai anak yatim dan yatim piatu yang orang tua nya meninggal karena covid-19, karena data yang kita dapat Pesisir Barat hanya ada 6 sedangkan dari data yang kami punya masih ada anak yang tidak masuk dalam data tersebut," kata Nining saat dikonfirmasi, Kamis, (9/09/2021).
Nining mengatakan saat ini pihak nya masih terus berupaya mencari data jumlah anak yang orang tuanya meninggal karena covid-19 dengan melihat data kematian dari dinas kesehatan, namun sebelum mendapatkan data kematian tersebut pihak nya terlebih dahulu mengajukan surat rekomendasi kepada sekda untuk bisa mengakses data kematian covid-19 dari dinas kesehatan tersebut.
"Setelah dapat data dari dinas kesehatan mengenai data kematian covid-19 nanti kami akan mendata per-kecamatan, kita data pasien yang meninggal dunia tersebut masih ada anak yang di bawah umur atau tidak yang di tinggalkan, nanti setelah semua di data baru bisa kita simpulkan berapa anak yang orang tuanya meninggal karena covid-19," jelas Nining.
Nining mengatakan pihak nya akan terus berupaya agar anak-anak yang ditinggal oleh orang tuanya karena covid-19 bisa terdata secara maksimal agar anak-anak tersebut nantinya bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
"Kita ingin anak-anak yang memang sudah tidak mempunyai orang tua akibat covid-19 tetap terdata dengan baik, agar mereka tetap bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah, karena kita semua tentu ingin anak-anak tersebut bisa mendapatkan hidup yang layak seperti anak-anak lain nya yang memang masih memiliki orang tua," papar Nining.
Nining menambahkan nantinya jika data anak-anak tersebut sudah terkumpul maka akan segera di ajukan ke pemerintah provinsi, kemudian dari provinsi nantinya akan dikirim ke pusat, karena memang data tersebut merupakan permintaan dari kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mendata semua anak yatim dan yatim piatu untuk diserahkan ke kementerian.
"Itu kan data langsung Kementerian PPPA yang meminta untuk mendata semua anak-anak yatim dan yatim piatu yang orang tua nya meninggal karena covid-19, dan untuk kemudian data tersebut digunakan untuk memberikan bantuan ataupun beasiswa lain nya untuk saat ini kami belum tau, tapi harapan kita seperti itu agar anak-anak ini bisa mendapatkan kehidupan yang selayak nya walaupun tanpa keberadaan orang tua mereka," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Satu Tahun Berlalu, Kasus Pembunuhan Kakak Beradik di Pesisir Barat Belum Juga Dilimpahkan ke Pengadilan
Kamis, 07 Mei 2026 -
Kabur Bawa Uang Sewa Alat Berat, Operator Excavator Asal Pesibar Ditangkap di Bekasi
Kamis, 30 April 2026 -
Dirbinmas Polda Lampung Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas dan Sosialisasikan Call Center 110 di Pesisir Barat
Selasa, 28 April 2026 -
Reses di Pesisir Barat, Sudin Ingatkan Bahaya Narkoba, Judol serta Pinjol
Selasa, 28 April 2026








