Kabel Bawah Laut Rusak, Aliran Listrik Menuju Pulau Pisang Padam Total
Proses Penyebrangan Genset Untuk Penerangan Sementara Menuju Kecamatan Pulau Pisang, Jumat, (10/09/2021).
Pesisir Barat, Kupastuntas.co - Tiga hari listrik padam total di kecamatan pulau pisang, kerusakan kabel bawah laut jadi penyebabnya.
PT. PLN (Persero) Rayon Liwa, Lampung Barat telah melakukan penelusuran terkait penyebab terjadinya padam total aliran listrik di kecamatan pulau pisang pesisir barat dalam tiga hari terakhir.
Manager PLN Rayon Liwa, Ari Setiawan menyampaikan hasil dari penelusuran tersebut di ketahui bahwa penyebab utama terjadinya pemadaman total di kecamatan pulau pisang di sebabkan adanya kerusakan pada kabel bawah laut.
"Setelah kita telusuri ternyata ada kerusakan pada kabel bawah laut yang menghubungkan gardu hubung PLN di tembakak menuju gardu hubung PLN ke Pulau Pisang, namun untuk indikasi kerusakan pada kabel listrik bawah laut itu belum bisa dipastikan penyebabnya apakah karena benturan karang di dasar laut atau faktor lain, " jelas Ari saat di konfirmasi, Jumat, (10/09/2021).
Ari menjelaskan awalnya kerusakan hanya terjadi pada 2 pas kabel bawah laut, sehingga masih bisa di fungsikan 1 pas kabel bawah laut dengan menambah travo oleh PLN di pulau pisang namun sejak selasa (7/09/2021) kemarin kondisi kabel bawah laut mengalami kerusakan total sehingga mengakibatkan terjadinya pemadaman total.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) kotabumi untuk tindak lanjut nya seperti apa, dan hari ini akan di kirim kan 2 genset untuk tetap memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat khususnya pulau pisang untuk penerangan sementara sebelum kabel bawah laut tersebut selesai di perbaiki," jelasnya.
Dari pantauan kupastuntas.co untuk genset pertama sudah diberangkatkan melalui pelabuhan kuala stabas pagi tadi sekitar pukul 08:00 menggunakan perahu nelayan, dan untuk genset kedua nanti akan diberangkatkan siang ini.
"Kita tentunya akan selalu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, agar masyarakat tetap bisa mendapat akses penerangan sebelum kabel bawah laut selesai kita perbaiki," tandasnya.
Ditempat terpisah Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) pesisir barat Ariswandi, S.Sos, mengatakan pihak nya telah menerima laporan dari PLN dan sudah berkoordinasi terkait adanya kerusakan kabel bawah laut tersebut.
"Kita sudah berkoordinasi dengan PLN dan untuk sementara pasokan listrik akan menggunakan genset dengan kapasitas masing-masing 50 KVA dan untuk penerangan akan dilakukan selama 12 jam setiap harinya yaitu dari sore menjelang malam hingga pagi hari, penggunaan genset tersebut akan di lakukan hingga kabel bawah laut tersebut selesai di perbaiki dan penerangan kembali normal," jelas Aris. (*)
Berita Lainnya
-
Satu Tahun Berlalu, Kasus Pembunuhan Kakak Beradik di Pesisir Barat Belum Juga Dilimpahkan ke Pengadilan
Kamis, 07 Mei 2026 -
Kabur Bawa Uang Sewa Alat Berat, Operator Excavator Asal Pesibar Ditangkap di Bekasi
Kamis, 30 April 2026 -
Dirbinmas Polda Lampung Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas dan Sosialisasikan Call Center 110 di Pesisir Barat
Selasa, 28 April 2026 -
Reses di Pesisir Barat, Sudin Ingatkan Bahaya Narkoba, Judol serta Pinjol
Selasa, 28 April 2026








