• Rabu, 01 Desember 2021

Kreatif Warga Mataram Pringsewu Dirikan Kelompok Budidaya Omah Tawon

Senin, 11 Oktober 2021 - 15.58 WIB
118

Mustofa (47) bersama Brigadir Andri saat menunjukan tawon jenis Trigona Utama yang mereka budidaya. Foto: Gamel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Berawal dari budidaya tawon di rumah masing-masing, 20 orang yang berasal dari Pekon Mataram, Kecamatan Gading Rejo, Pringsewu berhasil membentuk kelompok Omah Tawon Mataram (OTM) yang menjadi satu-satu nya kelompok budidaya tawon jenis Trigona Itama penghasil madu yang ada di Pringsewu.

Kelompok budidaya ini sendiri dibentuk satu tahun yang lalu tepat saat masa pandemi Covid-19 muncul. Pengelolaan budidaya tawon ini dilakukan di lahan seluas 2 hektar yang berlokasi di dusun Pujosari pekon Mataram. 

Salah seorang warga yang ikut dalam kelompok sekaligus bertugas sebagai Sekretaris OTM Mustofa (47) mengataka, untuk meningkatkan kualitas produksi madu yang dihasilkan oleh tawon trigona utama, pihaknya memanfaatkan alam sekitar sebagai faktor utama pengembangbiakan atau budidaya tawon tersebut. 

"Awalnya saya kan budidaya tawon ini di rumah saja, tapi hasil produksi lebah dan madu nya masih biasa saja. Jadi saya bersama rekan-rekan tetangga yang sama-sama budidaya tawon inisiatif untuk membuat komunitas ini dan memindahkan budidaya kami ke alam di daerah dusun Pujosari," ucap Mustofa, Senin (11/10/21).

"Alasan dipindahkan budidaya ke sana ya karena melihat vegetasi alam maupun lingkungan yang mampu mendukung kualitas dari tawon dan madu yang dihasilkan nanti," timpalnya.

Di lahan tersebut setidaknya sudah ada 200 log (tempat sarang lebah dan ratu lebah) dan toping (balok segi empat tempat menghasilkan madu) yang dibudidayakan di area itu. Namun sampai saat ini baru 70 dari 200 log dan toping yang menghasilkan madu. 

Selain madu lebah jenis trigona utama juga menghasilkan bee polen dan propolis yang dipercaya memiliki manfaat untuk menyembuhkan penyakit. Madu yang dihasilkan daripada tiap log dan toping sendiri bisa mencapai 600 cc/log, atau mencapai satu botol kemasan sirup dengan harga jual dapat mencapai Rp300-500 ribu rupiah per botol nya. Madu ini sendiri memiliki rasa sedikit berbeda dengan kebanyakan jenis madu lainnya yaitu asam manis.

Meskipun alam dapat membantu dalam produksi madu di satu sisi alam juga dapat menjadi musuh bagi tawon trigona utama itu sendiri terkhususnya kondisi hujan dimana dapat membahayakan tawon jenis ini. 

"Kalau masuk musim hujan kadang produksi madu menurun karena hujan ini kan salah satu musuh utama tawon jenis trigona utama dimana tawon ini bentuk badannya lebih kecil jadi kalau kena air hujan bisa ketimpa air bahkan bisa mati," terangnya.

Diketahui oleh Mustofa bahwa kelompok tani budidaya omah tawon mataram (OTM) nanti nya tidak hanya menjadi tempat budidaya tawon dan madu semata melainkan akan  menjamah juga menjadi objek wisata edukasi bagi masyarakat. 

"Kami rencana membuka kawasan ini untuk publik sebagai tempat edukasi tawon dan madu untuk masyarakat. Saat ini kami telah mengusulkan hal tersebut kepada dinas pertanian dan peternakan Pringsewu tepat minggu lalu. Jadi tinggal mengurus langkah selanjut nya saja," tutup Suherman. (*)


Video KUPAS TV : DUA PEMOTOR TABRAK TEMBOK RUMAH WARGA WAY HALIM, SATU TEW4S