• Rabu, 01 Desember 2021

Pedagang Jajanan Girang Sekolah di Metro Dibuka Lagi

Selasa, 12 Oktober 2021 - 15.52 WIB
36

Geliat jual beli jajanan di Samber Park Kota Metro. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Setelah hampir dua tahun vakum berjualan di kawasan sekolah, puluhan pedagang jajanan kembali mendulang sejak penerapan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diberlakukan di Kota Metro.

Dari pantauan Kupastuntas.co di kawasan Samber Park, Metro Pusat, misalnya, geliat jual beli pedagang jajanan mulai terlihat ramai. Di mana para pedagang jajanan kebanjiran pesanan konsumen yang didominasi pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Jodi Iskandar (31), pedagang mie gulung mengaku senang dengan kembalinya aktifitas pelajar yang normal. Meski masih proses simulasi, tapi dirinya merasakan keuntungan yang sebelumnya direnggut pandemi.

"Sudah tiga minggu ini pada masuk sekolah, tapi baru mulai Senin kemarin mulai ramai. Alhamdulillah senang sekali, ya semoga bisa lebih ramai lagi lah," kata dia sembari menjajakan dagangannya di depan UPTD SDN 1 Metro Pusat, Selasa (12/10/2021).

Jodi mengaku, sebelum adanya simulasi tatap muka ia harus berkeliling Kota Metro untuk mencari pembeli.

"Lumayan lama, dari sebelum pandemi saya jualan. Kalau nggak ada anak sekolah, saya keliling tapi penghasilannya jauh dan kerjanya ekstra," ungkap pria asal Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat tersebut.

Selain Jodi, berkah anak sekolah juga dirasakan Anto Sebor (45) seorang pedagang es teh poci. Ia menyambut gembira kembalinya pelajar ke sekolah.

"Puji Tuhan, anak sekolah kembali belajar nggak di rumah, dan cuaca juga cerah sekali belakangan ini. Semoga ini terus berlanjut, karena saya merasa kesulitan ketika nggak ada anak sekolah," ungkapnya.

Dampak lainnya yang dirasakan Anto ialah dirinya tidak lagi berkeliling taman merdeka untuk menjajakan dagangannya. Selain itu, ia pun dapat kembali membangun komunikasi dengan para pelajar langganan teh poci nya.

"Saya juga merasa kesepian, kalau anak sekolah di rumah. Karena saya juga kan banyak langganan, biasanya sering saya nasehati tuh mereka. Sesekali saya becandain juga, biar akrab sama mereka," pungkasnya.

Para pedagang berharap, semua masyarakat sadar akan pentingnya Covid-19 dan mau mengikuti aturan yang ada. Karena menurutnya, masyarakat menengah ke bawah akan sangat dirugikan jika pandemi terus berlarut.

Sementara itu, Haikal Pratama (29) salah seolah wali murid meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat untuk mengedukasi tenaga pendidik agar mau membatasi ruang gerak pelajar sehingga tidak jajan sembarangan.

"Ya, karena ini masih simulasi juga, harusnya ada imbauan agar anak-anak ini bisa istirahat dalam kelas saja. Atau beritahu bagaimana menghindarkan kerumunan saat jam istirahat tiba, ini juga penting untuk memastikan kesehatan bagi anak-anak," tandasnya. (*)

Video KUPAS TV : SEKOLAH TATAP MUKA DIMULAI, DINKES TANGGAMUS ANTISIPASI KLASTER BARU! BAGIAN 2

Editor :