• Rabu, 01 Desember 2021

Warga Perumahan Lamban Bhayangkara Sukadanaham Keluhkan Tak Ada Fasilitas Umum

Jumat, 15 Oktober 2021 - 13.07 WIB
162

Warga di perumahan Lamban Bhayangkara, Kecamatan Sukadanaham, Bandar Lampung lakukan protes pada pihak pengembang atau Developer PT Sinar Dika Abadi, Jumat (15/10/2021). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tak ada fasilitas umum dan fasilitas sosial, warga di perumahan Lamban Bhayangkara, Kecamatan Sukadanaham, Bandar Lampung lakukan protes pada pihak pengembang atau Developer PT Sinar Dika Abadi, Jumat (15/10/2021).

Fasilitas yang dipermasalahkan tersebut di antaranya,  tidak adanya sumber air bersih yang layak, fasilitas ruang terbuka hijau, tidak memiliki pemakaman, dan fasilitas rumah ibadah.


Asmawati, salah satu warga perumahan Lamban Bhayangkara menuturkan, tidak adanya fasilitas itu sudah dipermasalahkan oleh warga kepada pihak developer sejak 2 tahun lalu. Namun pihak developer, PT Sinar Dika Abadi, hingga kini belum memberikan respon positif.


"Kita warga hanya menagih, sebagaimana penawaran yang disampaikan oleh developer kepada konsumen saat mempromosikan Perumahan Lamban Bhayangkara," kata Asmawati.


Seperti halnya dengan pemakaman umum, lanjutnya, perwakilan warga sudah sempat mendatangi DPRD Kota Bandar Lampung terkait persoalan itu. Tapi hasilnya warga dan developer untuk patungan mencari tanah dan hingga saat ini belum terlaksana. 


"Maka dari itu, kemarin ada tetangga yang meninggal karena tidak ada pemakaman, maka dibawa ke Bengkulu. Sebelumnya juga ada yang meninggal, karena tidak ada pemakaman maka beli lahan di Kemiling untuk di kebumikan," ungkapnya.


Selain itu, Laikmen Sipayung, warga lainnya menyampaikan, sampai saat ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk 77 kepala keluarga dari 105 rumah dengan meminta dari perumahan lain di sebelah Perumahan Lamban Bhayangkara.


"Di sini ada satu sumur tapi itu sudah 2,5 tahun rusak, maka tidak bisa digunakan. Jadi untuk ngambil air bersih, warga sum-suman membeli mesin agar bisa menyambung dari perumahan lain. Ini saja sudah 4 kali kita ganti mesin karena 6 bulan sekali harus ganti," ungkap Laikmen.


"Mau memperbaiki sumur tersebut tidak bisa karena posisinya didepan rumah warga. Jadi harus buat baru tapi kita mau ngebor tapi devlover tidak menyediakan lahan untuk kita ngebor, jadi kita bingung," timpalnya.


Menurutnya, perumahan tersebut dikembangkan sudah ada sejak 5 tahunan dan hingga sekarang belum ada fasilitas yang mereka janjikan saat awal.


"Maka kita berharap tuntutan kita agar segera dapat dipenuhi oleh pihak pengembang," tandasnya. (*)





Editor :