Kelangkaan Solar Ganggu Operasi Transportasi Umum dan Logistik
SPBU Z.A Pagar Alam Bandar Lampung, yang tertulis kosong. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kelangkaan BBM jenis solar yang terjadi sejak beberapa hari terakhir di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Lampung rupanya sangat berdampak buruk terhadap operasional transportasi umum dan juga logistik.
Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Lampung Ketut Pasek mengatakan, kelangkaan BBM jenis solar ini sangat berdampak buruk terhadap operasional bus.
"Kita sudah komunikasi dengan Pertamina dan jawaban mereka memang sedang ada pembatasan," kata Ketut Pasek, saat dimintai keterangan, Senin (18/10/2021).
Baca juga : Warga Keluhkan Kelangkaan Solar di Sejumlah SPBU
Ia juga mengatakan, akibat kelangkaan BBM jenis solar tersebut pihaknya terpaksa mengurangi operasional bus hingga 15 persen dari kondisi normal. Kelangkaan tersebut sudah dirasakan sejak beberapa minggu terakhir.
"Akibatnya kami terpaksa mengurangi operasional bus hingga 15 persen. Harapannya ini tidak berlangsung lama karena kami sebelumnya sangat terdampak dengan adanya PPKM namun setelah longgar malah ada kelangkaan solar," harapnya.
Namun lanjutnya, pihaknya belum memiliki rencana untuk menaikkan tarif angkutan. Hal tersebut dikawatirkan akan memberatkan masyarakat terlebih mereka yang berada di kelas menengah ke bawah.
"Kalau untuk bus yang medium itu dalam 4 kilometer perjalanan sedikitnya membutuhkan 1 liter solar. Harapannya meskipun ada kelangkaan tapi operasional kendaraan umum ini tidak terganggu dan tetap berjalan normal," terangnya.
Baca juga : Solar Langka di Sejumlah SPBU Lampung, Berikut Tanggapan Pertamina
Sementara Wakil Ketua Kadin Provinsi Lampung, Yuria Putra Tubarat mengatakan, kelangkaan solar jika berlangsung dalam waktu yang lama dikhawatirkan akan berdampak buruk pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.
"Tentunya ini kan berdampak pada transportasi umum dan kendaraan logistik karena memang mereka ada pengguna utama solar. Jika berlangsung lama maka semua akan terdampak termasuk sampai ke perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujar Yuria.
Karenanya, ia berharap agar pemerintah daerah dan juga Pertamina untuk segera mencarikan jalan keluar. Ia juga menilai jika adanya kelangkaan solar ini akan berdampak pada kenaikan sejumlah tarif angkutan umum dan juga biaya pengiriman logistik.
"Harapannya juga untuk kendaraan pribadi ini bisa beralih ke Pertamina Dex. Sehingga untuk solar ini bisa digunakan untuk kendaraan logistik dan juga transportasi umum. Jadi semua harus bersama-sama saling menyiasati seperti apa langkah yang harus diterapkan menghadapi kelangkaan ini," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : TAK ADA AIR BERSIH YANG LAYAK, WARGA LAMBAN BHAYANGKARA PROTES KE DEVELOPER
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








