Optimalisasi Peran Museum, UPTD Museum Ketransmigrasian Sosialisasi Permusiuman
Kepala UPTD Museum Ketransmigrasian Provinsi Lampung, Hana Kurniati, saat diwawancarai di Museum Ketransmigrasian, Senin (18/10/2021). Foto: Ragil/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Pesawaran - UPTD Museum Ketransmigrasian Provinsi Lampung menggelar sosialisasi Permuseuman dengan tema 'Optimalisasi Peran Museum Ketransmigrasian sebagai Sumber Belajar Sejarah Ketransmigrasi Lampung' untuk jenjang Pendidikan Menengah, Senin (18/10/2021).
Kepala UPTD Museum Ketransmigrasian Provinsi Lampung, Hana Kurniati mengatakan, museum ini merupakan Museum Ketransmigrasian satu-satunya yang ada di Indonesia bahkan di Dunia, pihaknya ingin seluruh masyarakat tahu.
"Kita ingin para peserta mengajak anak didik mereka agar dapat berkunjung ke Museum ini untuk mendapatkan wawasan sejarah dan budaya disini," kata Hana, saat diwawancarai di Museum Ketransmigrasian, Senin (18/10/2021).
Ia menjelaskan, pihaknya mengadakan beberapa kegiatan di Museum Ketransmigrasian yaitu diantaranya mengadakan pembelajaran di museum tersebut.
"Jadi nantinya kita akan jemput siswa siswi Menengah keatas untuk datang ke museum ini, lalu sampai sini kita perkenalkan sejarah-sejarah yang ada, menonton dan yang lainnya," jelasnya.
Tahun ini pihaknya akan mengundang enam Kabupaten yang akan datang dan belajar bersama di Museum Ketransmigrasian tersebut.
"Selain belajar bersama juga kita mengadakan lomba lukis diatas caping tani, dan ada juga lomba yang melibatkan masyarakat khususnya Pesawaran yaitu lomba seni lesung," utasnya.
Ia menambahkan, selain itu untuk masuk kedalam Museum saat ini sampai dengan Bulan Desember tidak akan dipungut biaya apapun.
"Tapi nanti masuk Bulan Januari ada biaya masuknya dengan diberikan tiket masuk, ya ini kan Museum Ketransmigrasian milik Provinsi itu pasti ada tiket nya, jadi tiket masuk untuk anak sekolah dikenakan Rp 1000 per orang," jelasnya.
Kepala MKKS SMA/SMK Kabupaten Pesawaran, Achmad Imanudin, hari ini kita berkolaborasi bersama MGMP sejarah untuk lebih mengenal Museum Transmigrasi.
"Ya Alhamdulillah kita dapat kolaborasi disini, yang kita tahu kalau museum ini satu satunya yang ada di Indonesia, jadi kita disini melihat sejarah transmigrasi Indonesia, salah satunya yang ada di Gedontataan Kabupaten Pesawaran," katanya.
Ia menambahkan, dengan adanya kegiatan ini kita dapat mengenalkan ke pelajar untuk lebih mengenal sejarah di Pesawaran khususnya transmigrasi.
"Peserta yang jadi ini guru-guru yang ada di Pesawaran, SMA maupun SMK masing-masing 50 guru bidang studi sejarah," jelasnya.
Tahun ini dikhususkan untuk sekolah SMA maupun SMK, karena dua tahun lalu sekolah SD dan SMP sudah melakukan roadshow.
"Ya kita berharap anak didik khususnya Pesawaran dapat lebih mengenal transmigrasi yang ada di Indonesia dan mereka juga bagian dari putra putri transmigrasi, dengan mengenalkan budaya yang ada. Sehingga anak didik kita tidak terbawa arus kebarat baratan yang sekarang sangat mudah dilihat dimana saja, jadi dengan ini mereka dapat melihat budaya nenek moyangnya," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : 408 ASN GOLONGAN III D LAMTENG TERIMA SK DARI WAKIL BUPATI
Berita Lainnya
-
Gubernur Lampung Terima Ephorus HKBP Pdt Viktor Tinambunan dalam Jamuan Hangat, Bahas Harmoni dan Kolaborasi Pembangunan
Minggu, 29 Maret 2026 -
Mudik dengan EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H
Minggu, 29 Maret 2026 -
Ketua Umum Kerabat Lampung Hadiri Pesta Bona Taon Marga Hutagalung dan Sinurat, Tekankan Pelestarian Budaya dan Harmoni
Minggu, 29 Maret 2026 -
Mobil Brio Terguling Usai Tabrak Tiang Listrik di Jalan Ahmad Yani Bandar Lampung
Sabtu, 28 Maret 2026








