Tanggul Jebol Sebabkan SDN 1 Jagabaya 3 Terendam Banjir, Plh Kepsek Harap Dukungan Pemerintah
Anggota dinas lingkungan hidup Bandar Lampung saat membersihkan material yang ada di sungai.Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tanggul di SD N 1 Jagabaya 3, Jalan Arif Rahman Hakim, Gg.H Syahri, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung jebol, lantaran tak bisa menahan derasnya debit air usai hujan deras mengguyur kota setempat.
Panjang tanggul yang jebol tersebut sekitar 20 meter, yang membuat aliran air yang membawa sampah serta lumpur masuk ke area belakang SD N 1 Jagabaya 3.
Plh Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri 1 Jagabaya 3, Lanny Sitorus mengatakan, tanggul jebol bukan saat ini saja tapi pada Januari kemarin tanggul juga jebol sebelah sisi kiri. Ia juga mengharap dukungan dan bantuan pemerintah untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol. Selain itu pemerintah juga segera mengadakan normalisasi kali kembali karena banyak sampah.
"Tapi sekarang di sisi ujung sini (Kanan) yang jebol. Maka kita juga harap segera dibangun kembali dan kalau membuat tanggul nanti supaya ada penahannya dua lapis," kata Lanny.
Guru SD N 1 Jaga baya 3, Nila Susanti, mengeluhkan apabila sekolah banjir maka guru-guru juga ikut membersihkan lumpur yang tersisa.
"Jadi ikut repot kita setiap hujan dikit sekolah sudah banjir, jadi tidak pernah bersih sekolahannya. Kalau sekolah terus banjir kan jadi tidak nyaman saja," timpalnya.
Sementara Penjaga SD N 1 Jaga Baya, Eko mengatakan, pada saat hujan lebat Selasa (9/11/2021) malam tanggul rubuh akibat derasnya arus air sungai.
"Akibatnya air beserta sampah masuk ke sekolah, hingga kloset wc saja terangkat," ujar Eko, saat dimintai keterangan, Kamis (11/11/2021).
Lanjutnya, ketika kejadian tembok tanggul rubuh, anggota dari dinas lingkungan hidup Bandar Lampung langsung terjun membersihkan material yang ada di sungai.
Ia menceritakan, walaupun di daerah sini tidak hujan tapi kalau di daerah Kemiling hujan pasti airnya meluap sampai ke sekolah.
"Apalagi pada musim hujan seperti ini sekolah kita jadi langganan banjir, pernah dalam satu minggu itu 4 kali. Dengan ketinggian banjir bervariasi dari 50-2 meter," ungkapnya. (*)
Berita Lainnya
-
Parkir Liar dan Stan di Trotoar, Seruit Buk Lin Bandar Lampung Dinilai Langgar Aturan
Jumat, 27 Maret 2026 -
Dirbinmas Polda Lampung dan Komnas PA Perkuat Sinergi, Siapkan FGD Bahas Persoalan Anak
Jumat, 27 Maret 2026 -
Kundapil di Desa Pardasuka Lampung Selatan, Sudin Ingatkan Bahaya Narkoba, Pinjol, dan Judi Online
Jumat, 27 Maret 2026 -
Insentif Satgas Bandar Lampung Bakal Naik, Eva Dwiana Tekankan Kesiapsiagaan Bencana
Jumat, 27 Maret 2026








