• Senin, 17 Januari 2022

Berikut 18 Sektor Penyumbang Investasi Terbesar di Lampung Periode Januari - September 2021

Senin, 29 November 2021 - 16.44 WIB
63

Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, mencatat jika terdapat 18 sektor yang berkontribusi didalam peningkatan realisasi investasi di Provinsi Lampung pada periode Januari hingga September 2021.

"Investasi di Lampung pada periode Januari hingga September 2021 telah mencapai angka Rp11,09 triliun atau berada diangka 102,72 persen dari target kita yaitu Rp10,8 triliun," kata Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri, saat dimintai keterangan, Senin (29/11/2021).

Ia melanjutkan, sedikitnya terdapat 18 sektor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan investasi di Lampung. Dimana pembangunan pembangkit dan transmisi listrik menjadi penyumbang realisasi investasi terbesar hingga triwulan ke III tahun 2021 ini.

"Pada sektor industri makanan pengolahan atau hirilisasi hasil pertanian, perkebunan dan peternakan menjadi produk susu, minyak goreng, gula pasir dan produk makanan lainnya. Sedangkan jasa lainnya terkait jasa transportasi dan kesehatan ada di Bandar Lampung," kata dia.

Sementara itu investasi pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp6,5 triliun pada sektor listrik, gas, air, konstruksi, industri makanan, industri karet dan plastik. 

"Pada periode Januari hingga September 2021 ini penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp8,9 triliun dan penanaman modal asing (PMA) dengan nilai Rp2,1 triliun sehingga totalnya menjadi Rp11 triliun," katanya lagi.

Menurutnya, jumlah realisasi investasi berdasarkan sektor gabungan dari PMA dan PMDN diantaranya berasal dari sektor listrik gas dan air Rp4,9 triliun, konstruksi Rp1,5 triliun, industri makanan Rp1,3 triliun, jasa lainnya Rp838 miliar, pertambangan Rp781 miliar.

Selanjutnya tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp639 miliar, perdagangan dan reparasi Rp303 miliar, industri logam dasar dan barang logam Rp179 miliar, transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp153 miliar, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp140 miliar.

"Dilanjutkan dengan industri kimia farmasi Rp69 miliar, industri karet dan plastik Rp23 miliar, hotel dan restoran Rp22 miliar, industri lainnya Rp12 miliar, industri kertas dan percepatan Rp4 miliar, industri mineral non logam Rp4 miliar, industri kayu Rp4 miliar perikanan Rp3 miliar," bebernya.

Sementara itu realisasi investasi PMA berdasarkan negara dari Januari hingga September 2021 berasal dari Belanda Rp790 miliar, Singapore Rp649 miliar, Swiss Rp452 miliar, Amerika Serikat Rp131 miliar, Malaysia Rp127 miliar, Hongkong Rp12 miliar, Jepang Rp6 miliar.

"Dilanjutkan dengan Italia Rp3 miliar, Korea Selatan Rp3 miliar, Luxembourg Rp2 miliar, British Virgin Island Rp1 miliar, Australia Rp454 juga, Cayman Island Rp205 juta, Irlandia Rp116 juta dan Belgia Rp35 juta. Dengan total jumlahnya Rp2,1 triliun," tutupnya. 

Menurut Yudhi, PMA Belanda selain berinvestasi pada sektor pertambangan juga menanamkan modalnya dalam sektor telekomunikasi tanpa kabel real estate dan budidaya di air laut atau payau.

"Sementara Singapura menjadi negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia demikian halnya juga di provinsi Lampung. Dengan investasi hampir di seluruh sektor unggulan yang ada di Provinsi Lampung," tutupnya. (*)

Video KUPAS TV : BELUM ADA YANG MEMAYUNGI KONTEN BERITA DI MEDIA SOSIAL