• Senin, 17 Januari 2022

Gubernur Arinal : Lampung Sangat Terbuka Dengan Investasi

Senin, 29 November 2021 - 19.02 WIB
54

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Foto : Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, memberikan kemudahan kepada para pengusaha baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri untuk menanamkan investasi nya di Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, kemudahan tersebut sebagai salah satu langkah untuk menumbuhkan perekonomian di Lampung serta menyerap tenaga kerja didaerah setempat.

"Lampung sangat terbuka dengan pengusaha yang ingin berinvestasi. Kita tunggu pengusaha yang ingin investasi. Karena presiden juga sudah jelas menginstruksikan itu," kata Arinal saat memberikan keterangan, Senin (29/11/2021).

Ia melanjutkan, Provinsi Lampung memiliki berbagai kelebihan mulai dari sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk menanamkan investasinya.

"Lampung punya banyak sekali kelebihan mulai dari peternakan, perkebunan hingga perikanan. Investasi ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang terbukti ekonomi di Lampung menjadi yang terbaik di sumatera," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut ia juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan serta tidak mempersulit ketika ada perusahaan yang tengah mengajukan izin untuk berinvestasi.

"Bupati dan walikota saya ingatkan untuk memberikan kemudahan. Jangan dibuat sulit ketika ada yang ingin investasi. Namun jika terbukti perusahaan itu nakal maka stop, hentikan kegiatan investasi itu," tegasnya. 

Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, mencatat jika pada bulan Agustus 2021, jumlah angkatan kerja di Lampung sebanyak 4,49 juta orang. Naik sebanyak 5,3 ribu orang dari Agustus 2020. 

Penduduk Lampung yang bekerja sebanyak 4,28 juta orang, bertambah sebanyak 4,2  ribu orang dari Agustus 2020. Sedangkan lapangan  usaha yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terbesar yaitu di lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu naik  sebesar 0,6 persen. (*)

Video KUPAS TV : MELINDUNGI MASYARAKAT DARI MEDIA MASSA TANPA VERIFIKASI