• Senin, 17 Januari 2022

Hujan Becek dan Panas Berdebu, Warga Banjarsari Metro Minta Jalan Diaspal

Senin, 29 November 2021 - 16.50 WIB
125

Warga saat menunjukkan kondisi jalan tanah di Jalan Menur, Gang Menur 1, RT 25, RW 05 Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara. Foto : Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Hujan becek dan panas berdebu, begitulah yang dirasakan warga Jalan Menur, Gang Menur 1, RT 25, RW 05 Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara. Untuk itu warga setempat meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro segera melakukan perbaikan mulai dari Onderlagh hingga pengaspalan.

Dari pantauan Kupastuntas.co di lokasi, terpantau jalan sepanjang kurang lebih 180 meter kondisinya masih tanah. Jalan tersebut melintas di lebih dari rumah, saat cuaca panas terik kondisinya berdebu.

Suryadi (55) salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa kondisi di lingkungannya sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Meski menyampaikan usulannya pada setiap Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) di tingkat Kelurahan namun belum juga menjadi perhatian.

"Kondisi ini sudah dari tahun 2018, sejak dibangun badan jalan belum pernah ada pembangunan. Setiap hujan jalan pasti becek dan panas pasti berdebu. Kami sudah mengusulkan dulu sama pak Djohan, dan karena Walikota nya sudah berganti ya tidak ditindaklanjuti lagi," kata dia kepada Kupastuntas.co, Senin (29/11/2021).

Ia berharap Pemkot segera menghadirkan pembangunan di lingkungannya. Selain itu, ia juga berharap Pemkot dapat memberikan penerangan disepanjang Jl. Menur.

"Kami masyarakat berharap jalan tanah ini kalau bisa di Onderlagh terus dikasih drainase. Karena Metro Utara ini di ujung kami juga ingin diperhatikan, kami ingin pemerintah melakukan pembangunan secara merata. Kami juga harapkan pemerintah juga membantu menyediakan lampu penerangan di jalan Menur, minimal ya ada 4 batang lah," bebernya.

Ia menjelaskan, sepanjang jalan tersebut melintasi sebanyak lebih dari 20 bangunan rumah permanen milik warga.

"Jalan ini sekitar 200 meter, ada 20 KK lebih, dari dulu sampai sekarang belum pernah sama sekali ada pembangunan infrastruktur," pungkasnya.

Hal senada diutarakan Jamirin (84) sesepuh warga setempat. Ia mengaku, sejak 2018 badan jalan telah dibangun dengan gotong-royong masyarakat.

"Pembangunan jalan ini gotong-royong masyarakat, dulu dari Pamong itu sudah pernah diusulkan untuk pembangunan jalan ini tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya. Dari tahun 2018 sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya," ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, sejak pergantian Walikota pihaknya telah berulang kali menyampaikan usulan untuk pembangunan jalan dan penerangan kepada pamong setempat.

"Sejak Walikota baru ini sudah pernah kita laporkan ke pamong, la wong pamongnya sering tengok kesini juga tapi belum ada kelanjutannya. Dari pemerintah juga belum pernah ada yang tengok, mudah-mudahan segera di tengok dan ada solusi minimal di Onderlagh," tandasnya.

Kini masyarakat berharap Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman dapat melakukan peninjauan terhadap jalan tanah tersebut. (*)

Video KUPAS TV : MELINDUNGI MASYARAKAT DARI MEDIA MASSA TANPA VERIFIKASI