• Senin, 17 Januari 2022

Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan dan BABS Masih Tinggi, Ini Kata DPRD Pesibar

Senin, 29 November 2021 - 15.16 WIB
137

Anggota Komisi ll DPRD Pesisir Barat Riza Pahlevi S.T. Foto : ist.

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Barat mengatakan harus ada kerjasama yang baik antara Pemerintah dengan masyarakat dalam merubah kebiasaan masyarakat yang membuang sampah dan BABS.

Anggota Komisi ll DPRD Pesisir Barat Riza Pahlevi S.T., mengatakan di perlukan komitmen dari pemerintah Pekon hingga Kabupaten untuk menjadi salah satu agen perubahan agar masyarakat mau mengubah perilaku membuang sampah dan buang air besar sembarangan.

"Dimulai dari Peratin agar selalu menghimbau serta mensosialisasikan kepada masyarakatnya agar bisa memanfaatkan fasilitas yang ada jangan lagi membuang sampah serta BABS khususnya di daerah aliran sungai (DAS)," kata Riza saat di konfirmasi, Senin (29/11/2021).

Riza mengatakan himbauan serta sosialisasi tersebut dapat di lakukan dalam berbagai bentuk, seperti melalui media, spanduk, poster dan juga media lain nya.

"Jika perlu di berikan surat edaran kepada peratin serta aparatur pekon untuk memaksimalkan pemanfaatan WC yang ada, serta di berikan pemahaman kepada masyarakat dampak dari pada BABS di aliran sungai itu seperti apa," kata Riza.

Riza melanjutkan, dampak yang dapat di timbulkan oleh kebiasaan BABS di sungai misalnya, masyarakat yang sering memanfaatkan aliran sungai sebagai tempat mandi bisa mengalami gangguan pada kulit nya, jika di manfaatkan untuk minum atau masak bisa terganggu pencernaannya.

"Hal-hal seperti itu yang harus di tekan kan terhadap masyarakat tentang pentingnya saling menjaga satu sama lain dan juga lingkungan, agar kesadaran masyarakat semakin tumbuh," paparnya.

Begitupun halnya dengan sampah, Riza mengatakan penanganan dan solusi nya tidak jauh berbeda, hanya saja memang saat ini dalam penanganan sampah di Pesisir Barat masih terdapat kendala.

"Saat pembahasan beberapa waktu lalu memang dari Dinas Lingkungan Hidup mengajukan penambahan unit kendaraan pengangkut sampah karena saat ini kendala nya itu, sehingga dalam pembahasan tersebut kita sampaikan agar penambahan unit untuk di anggarkan tahun 2022 mendatang," tandasnya.

Sebelumnya, kurang nya kesadaran masyarakat, menyebabkan masih tinggi nya perilaku membuang sampah dan buang air besar sembarangan (BABS) di Pesisir Barat.

Kebiasaan membuang sampah dan juga buang air besar sembarangan (BABS) tersebut kerap dilakukan di lingkungan daerah aliran sungai (DAS) Way Krui, Pekon Gunung Kemala Timur, Kecamatan Way Krui.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pesisir Barat Husni Aripin mengatakan pihak nya bukan hanya sekali dua kali memberikan edukasi serta sosialisasi terhadap masyarakat khususnya di lingkungan daerah aliran sungai (DAS) agar tidak membuang sampah serta buang air besar sembarangan.

"Merubah kebiasaan buruk masyarakat saat ini sulit, karena mereka selama ini berfikir mudah nya saja sehingga tidak memperdulikan dampak dari pada membuang sampah dan buang air besar sembarangan di aliran sungai," jelasnya.

Terlebih aliran sungai yang berada di Pekon Gunung Kemala Timur tersebut merupakan aliran sungai yang di manfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mandi dan kebutuhan lainnya. (*)