Jelang Nataru, Harga Cabai dan Bawang di Metro Naik
Pedagang cabai di pasar Cendrawasih Metro Pusat saat melayani pembeli
Kupastuntas.co, Metro - Menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), sejumlah komoditi pangan di Kota Metro mengalami kenaikan. Itu meliputi cabai merah, cabai rawit dan bawang merah.
Dari pantauan Kupastuntas.co di pasar Cendrawasih Metro Pusat, harga cabai merah keriting sebelumnya dibandrol Rp. 40 Ribu kini naik menjadi Rp. 75 Ribu perkilogram.
Sementara, untuk cabai rawit mengalami kenaikan sebesar Rp 5 Ribu. Dari sebelumnya Rp 45 Ribu perkilogram kini menjadi Rp. 50 Ribu perkilogram.
Tak hanya cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan sebesar Rp 5 Ribu perkilogram. Bawang merah yang sebelumnya seharga Rp 15 Ribu perkilogram kini menjadi Rp 20 perkilogram.
Meski tiga jenis komoditi pangan tersebut mengalami kenaikan, namun cabai hijau besar justru mengalami penurunan harga sebanyak Rp 5 Ribu perkilogram. Cabai hijau besar yang sebelumnya seharga Rp 30 Ribu kini menjadi Rp 25 Ribu.
Pedagang cabai di pasar setempat mengungkapkan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh cuaca yang mengakibatkan petani cabai gagal panen.
"Kenaikan harga ini karena musim penghujan, banyak petani gagal panen sehingga stok persediaan sedikit dan sering kali tidak ada. Naiknya harga cabai baru hari ini, yang paling tinggi naik harganya yaitu cabai merah dan cabai rawit sedangkan untuk cabai hijau besar malah harga turun," ucap Sunarsih (56) kepada Kupastuntas.co, Rabu (8/12/2021).
Hal serupa juga diutarakan Pepen (33), pedagang bawang itu menerangkan bahwa kenaikan komoditas pangan diduga akibat cuaca ekstrem akhir tahun yang menyebabkan petani kesulitan merawat tanamannya.
"Faktor cuaca sangat mempengaruhi harga karena tranportasi sangat terhambat dan berkurangnya barang di pasar. Naiknya bawang merah dikarenakan seminggu ini cuaca sangat buruk apalagi di jawa, akan tetapi untuk harga bawang putih masih stabil hingga hari ini," ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, M. Leo Hutabarat mengaku bahwa pihaknya rutin melakukan monitoring harga pasar menjelang Nataru.
"Kita selalu memantau perkembangan harga dilapangan di pasar tradisional. Tentunya dengan monitoring ini dapat mengetahui apakah terjadinya penimbunan komoditas menjelang Natal dan tahun baru," tandasnya. (*)
Video KUPAS TV : PEMKOT KEMBALI BERI BANTUAN BERAS UNTUK MASYARAKAT
Berita Lainnya
-
Jaga Toleransi, PSMTI Metro Bagikan Ratusan Takjil untuk Warga Muslim
Senin, 16 Maret 2026 -
H-5 Lebaran 2026, Tim Gabungan Sidak Pasar Tradisional di Kota Metro
Senin, 16 Maret 2026 -
Pastikan Keamanan Lebaran, Polres Metro Siapkan Empat Pos Mudik 2026
Senin, 16 Maret 2026 -
Tommy Gunawan: Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Ancaman Serius bagi Demokrasi
Sabtu, 14 Maret 2026








