• Senin, 16 Mei 2022

211.788 Merchant di Lampung Gunakan QRIS, Tumbuh 245 Persen

Minggu, 12 Desember 2021 - 20.55 WIB
93

Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Perkembangan teknologi di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan, termasuk penggunaan fitur Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) dalam aplikasi pembayaran.

Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Lampung, jumlah merchant (outlet) QRIS di Lampung sampai dengan 3 Desember 2021 telah mencapai 211.788 atau tumbuh 245 persen dibanding posisi Desember 2020 yang tercatat sebesar 86.311 merchant.

"Di samping itu, jumlah tersebut 118 persen di atas target yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu 179.200 merchant," ujar Kepala Divisi Implementasi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Manajemen Intern BI Lampung, Tony Noor Tjahjono, Minggu (12/12/2021).

Selanjutnya untuk volume transaksi yang menggunakan QRIS pada bulan Oktober 2021 di Lampung tercatat sebesar 628.790 dengan nilai transaksi sebesar Rp20,69 miliar.

Selain itu lanjutnya, untuk transaksi menggunakan uang elektronik memang di masa pandemi Covid-19 membuat masyarakat beralih dari transaksi tunai ke non tunai di Lampung lebih meningkat.

"Upaya kita mensosialisasikan pada akademisi, masyarakat untuk bagaimana penggunaan transaksi non tunai itu lebih efisien dari tunai," lanjutnya.

Oleh karenanya, transaksi menggunakan uang elektronik makin digemari oleh masyarakat. Untuk nilai transaksi menggunakan uang elektronik dari Januari hingga Oktober 2021 di Lampung mencapai Rp3,8 triliun dengan volume transaksi sebesar 43,5 juta.

Selanjutnya, jumlah uang elektronik di Provinsi Lampung per Oktober 2021 sebesar 1,5 juta akun uang elektronik, baik chip based (berbentuk kartu) maupun server based (berbentuk aplikasi Uang elektronik) atau meningkat 62,6 persen (year on year), dibandingkan posisi per Oktober 2020 sebesar 935.165 dan meningkat 58,3 persen (year to date) dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 960.466.

"Sehingga nilai transaksi uang elektronik selama tahun 2021 Januari-Oktober berjumlah Rp3,77 triliun atau meningkat 74 persen (year on year), dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp2,16 triliun dan meningkat 36 persen (year to date) dibandingkan tahun 2020 (Januari-Desember) sebesar Rp2,77 triliun," tandasnya. (*)


Video KUPAS TV : PEMKOT KEMBALI BERI BANTUAN BERAS UNTUK MASYARAKAT