• Sabtu, 21 Mei 2022

Start Up Lampung Siap Sambut Program Pendanaan yang Akan Diluncurkan Jokowi

Senin, 13 Desember 2021 - 20.56 WIB
142

Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Start Up atau perusahaan rintisan yang ada di Lampung siap menyambut program Merah Putih Fund yang akan diluncurkan pada 17 Desember 2021 oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dimana peluncuran itu dalam rangka mendanai atau membantu pendanaan startup lokal.

Sekretaris Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Lampung, Adilatama Belapasya mengatakan, akan hadirnya program pemerintah ini tentu sangat disambut, karena start up di Lampung ini sangat banyak, apalagi pengusaha pemula dari jenjang mahasiswa dan lainnya.

"Maka adanya program itu maka ini menjadi angin segar untuk kita, bahwa ada harapan didalam permodalan yang selama ini memang kesulitan bagi start up ini," kata Adilatama, saat dikonfirmasi, Senin (13/12/2021).

Hanya saja lanjutnya, pihaknya belum mengetahui persis bagaimana pola atau sistem nya, apakah nantinya akan dikelola oleh satu lembaga atau seperti apa. "Tapi yang pasti ini diharapkan dapat mengembangkan usaha-usaha yang ada di Lampung," harapnya.

Selain itu ia mengaku, untuk pendanaan dari pihak asing di Lampung memang ada, namun itu tidak banyak baik itu dari China maupun Jepang.

"Karena sekarang ini pemodal asing itu sudah mulai banyak masuk di berbagai sektor baik itu di pertanian, hasil olahan dan sebagainya. Akan tetapi akses permodalan asing ini tidak banyak perusahaan untuk menembus ke sana," ungkap Adilatama.

Menurutnya, kondisi pandemi ini sangat berdampak terutama bagi UMKM lantaran adanya PPKM yang menyebabkan tidak adanya perputaran dari 2020 awal, apa lagi start up yang di warung kopi dan kuliner sangat berdampak dimana daya beli masyarakat menurun.

Namun demikian sejauh ini ada perhatian dari pemprov Lampung untuk mendorong kearah yang lebih positif terutama dengan program Gubernur dengan pengusaha baik Hipmi dan Apindo yang bergerak di start up.

"Harapan kita kedepan agar pemprov dapat mendorong sektor UMKM dan Start Up dan bisnis lokal, serta diberikan kemudahan dalam perizinan, lalu bantu promosi," pintanya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Syamsurizal Ari mengatakan, salah satu agenda kerja utama Gubernur adalah salah satunya pengembangan ekonomi kreatif dimana didalamnya ada start up dan UMKM.

Upayanya bagaimana UMKM ini dapat pemasukan dari kinerja usahanya, maka disini juga untuk mengalihkan pemasarannya melalui digital marketing.

"Tadinya sebelum pandemi mereka ofline, justru setelah pandemi maka beralih ke online. Nah ini juga yang membuat mereka mampu bertahan. Pemasarannya kita juga memanfaatkan seperti flatfom shopee, gojek, toko pedia, disitu juga kita berikan pendampingan," kata Syamsurizal.

Menurutnya, perusahaan rintisan atau start up ini juga saat ini sedang mengalami pertumbuhan seiring dengan perbaikan situasi pandemi Covid-19.

"Kita juga kemarin membuat kompetisi milenial digital festival. Hal ini untuk mengakomodir teman-teman milenial untuk menyampaikan konsep bisnis start up mereka," tandasnya.

Adapun start up lokal yang tercatat di dinas Koperasi dan UMKM, yakni :

  1. Lahansikam (bidang Fintech)
  2. Angsur.id (bidang Fintech)
  3. Bospremi (bidang Asuransi)
  4. Edukasi4.0 (bidang pendidikan)
  5. Sanedu (bidang pendidikan)
  6. Startgps (bidang logistik)
  7. Vokasi (bidang pendidikan)
  8. Gogocourse (bidang pendidikan)
  9. Usahamu (bidang e-commerce)
  10. Ojesa (ojek online)
  11. Datangin (kurir)
  12. Pasarpedia (bidang pasar online)
  13. Belanja Barengan (bidang pasar online)
  14. Pasar Lampung (bidang pasar online)
  15. SayurBDL (bidang pasar online)
  16. Ustreet (ojek online)
  17. Okebos (ojek online)
  18. BESD Grup (Pertanian)
  19. Ucapan.store (Marketplace ucapan)
  20. Bejana.id (belanja pasar online). (*)


Video KUPAS TV : BANDAR LAMPUNG DIKEPUNG BANJIR, EVA DWIANA AJAK DUA KEPALA DAERAH CARI SOLUSI