• Minggu, 22 Mei 2022

Tempat Wisata Sejumlah Daerah Provinsi Lampung Diserbu Pengunjung saat Libur Awal Tahun 2022

Senin, 03 Januari 2022 - 00.31 WIB
343

Foto : Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tempat wisata di sejumlah daerah di Provinsi Lampung diserbu pengunjung saat libur awal tahun 2022. Wisata pantai dan alam menjadi pilihan masyarakat.

 

Di Lampung Barat, Kebun Raya Liwa (KRL) masih menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan dalam dan luar daerah. Angka pengunjung destinasi yang kawasan konservasi dan pengembangan tanaman hias itu, jauh lebih tinggi dari hari biasanya.

 

Kepala UPT KRL, Khoirul Umur, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan hingga Minggu (2/1) sore, telah mencapai 600 orang lebih.

 

"Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 jadi kita mewajibkan semua pengunjung menerapkan protokol kesehatan ketat seperti menggunakan masker dan menghindari kerumunan saat berada di lokasi KRL," jelasnya.

 

Dipaparkan Khoirul, selain mewajibkan setiap pengunjung menerapkan prokes ketat, pihaknya juga menyediakan tempat cuci tangan untuk memastikan pengunjung bisa mencuci tangan agar tetap steril.

 

"Kita juga sudah mengerahkan puluhan petugas untuk mengawasi jika ada pengunjung yang berkerumun maka akan langsung kita bubarkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

 

Untuk memasuki objek wisata andalan di Bumi Beguai Jejama Sai Betik itu, pengunjung cukup membayar Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

 

"Dengan tarif yang sedemikian murah pengunjung dapat menikmati berbagai keindahan yang ada di KRL, dengan ramai nya pengunjung pada hari pertama buka ini membuktikan bahwa minat wisatawan untuk berkunjung ke KRL sangat tinggi, sehingga tugas kita bagaimana agar bisa merawat serta menjaga agar KRL bisa tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan," tandasnya.

 

Salah satu pengunjung asal Bandar Lampung, Imron mengaku sengaja berkunjung bersama keluarga untuk menikmati keindahan KRL yang selama ini hanya dilihat dari media sosial.

 

"Ternyata setelah dikunjungi memang luar biasa bagus, tidak sia-sia kami datang dari Bandar Lampung. Apalagi cuaca disini sejuk sekali, adem. KRL cocok bagi pelaku wisata, khususnya yang tinggal di kota-kota besar. Karena kesejukan Liwa tidak jauh beda dengan bogor," urainya.

 

Antusiasnya masyarakat untuk mengisi libur, terlihat di Kabupaten Pesisir Barat. Salah satu objek wisata yang diburu adalah kawasan Pantai Labuhan Jukung.

 

Destinasi ini sebenarnya ditutup sementara oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Namun, wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah tetap masuk ke salah satu destinasi utama di Negeri Para Sai Batin dan Ulama itu.

 

Feri, salah seorang pengunjung, mengaku harus membayar Rp.5000 agar bisa masuk ke Labuhan Jukung.

 

"Kita tadi ada 8 motor di perbolehkan masuk tetapi tetap membayar tarif masuk, Rp.5000 per/orang, dan masih banyak pengunjung lain yang ikut masuk bersama kami tadi," ungkap Feri salah satu pengunjung asal Lampung Barat, Sabtu (1/1).

 

Pengendara yang di perbolehkan masuk tersebut hanya kendaraan roda dua, dan pintu masuk yang digunakan merupakan gerbang sebelah utara.

 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pesisir Barat Cahyadi Muis mengaku kewalahan menghadang pengunjung yang datang karena keterbatasan personel.

 

"Personel kita masih kurang sehingga kita kewalahan menghalau kunjungan wisatawan yang nekat masuk ke Labuhan Jukung," katanya.

Keramaian juga terjadi di Pantai Kerang Mas Lampung Timur. Meski demikian, pengelola pantai, Tarmidi, mengatakan pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

 

"Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Karang Mas diwajibkan mengunakan masker, kami sudah menyiapkan tempat cuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh lebih dulu sebelum para pengunjung masuk ke dalam  lokasi pantai," ujarnya.

 

Wisatawan di Pantai Kerang Mas sebagian besar berasal dari Kabupaten Lampung Timur. Meski demikian, tidak sedikit wisatawan asal Palembang yang datang bersama keluarga. 

 

Salah satu wisatawan dari Desa Negeri Agung Shasa (31) mengatakan liburan akhir tahun ini untuk berlibur bersama keluarga dan menghabiskan liburan di Lampung.

 

"Kami sangat senang berkunjung ke Pantai Kerang Mas. Selain tempatnya indah dan aman, petugasnya ramah kepada kami," ujarnya. 

 

Kepadatan pengunjung di Pantai Kerang Mas ini ternyata juga menjadi berkah bagi para pedagang minuman. Rosmini (46) Tahun warga Desa Muara Mas yang berjualan minuman di area pantai. 

 

"2 hari ini wisatawan ramai. Apalagi dari jam 2 siang hingga sore hari. Alhamdulillah dagangan minuman jadi laku," ucapnya.

 

Di Mesuji, ratusan pengunjung membludak memadati Alun-alun Simpang Pematang. Pedagang kopi di alun-alun, SI, mengatakan pengunjung mulai berdatangan setelah tutup dari sore sampai malam hari.

 

Kawasan pantai di Pesawaran dan Lampung Selatan, seperti Pantai Sebalang, Pantai Mutun dan sekitarnya juga menjadi favorit. Kepadatan arus lalu lintas pun sempat terjadi, pada akhir pekan kemarin. 


Di Bandar Lampung, meski tidak sebesar sebelum pandemi, jumlah kunjungan ke destinasi wisata mulai naik. Hal tersebut diungkapkan Manejer Marketing Taman Satwa Lembah Hijau, Yudi Indra.

 

“Kalau dibandingkan sebelum pandemi memang tidak ada apa-apanya, masih jauh. Tapi kalau dibanding tahun baru tahun lalu yang pasti ada kenaikan,” katanya.

 

Ia menyebutkan pada 1 Januari 2022 kemarin, dari kapasitas Lembah Hijau total yaitu 15.000 pengunjung, hanya terisi sekitar sepertiga atau 33 persen saja atau 5000 pengunjung. Berbeda dengan hari biasa yang hanya sekitar 1000-2000 pengunjung saja.

 

“Tanggal 1 Januari itu selalu menjadi puncak, tiap tahun kunjungan paling tinggi ada di tanggal itu. Meski begitu kita tidak buka lebih panjang harinya, kita tetap buka seperti biasa sampai pukul 17.00 WIB,“ ujarnya.

 

“Kemarin juga itu memang paling banyak pengunjung dari luar Lampung. Paling banyak Palembang dan ada juga beberapa daerah di Pulau Jawa,” lanjutnya.

 

Kondisi serupa terjadi di Puncak Mas. Dari kapasitas sekitar 4000, orang, pengunjung sekitar 1500 orang, atau 35 persen. Sedangkan hunian pada 1 Januri 2022 di Puncak Mas adalah 9 kamar terisi dari 15 kamar. (*)


Berita ini sudah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Senin, (3/1/2022) dengan judul "Tempat Wisata Diserbu Pengunjung".