• Rabu, 10 Agustus 2022

Distributor dan Produsen Diduga Tak Salurkan Minyak Goreng

Jumat, 11 Februari 2022 - 08.35 WIB
188

Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tidak disalurkannya minyak goreng oleh sejumlah distributor dan produsen diduga menjadi penyebab langkanya komoditas ini di Provinsi Lampung.

Kepala Divisi Pemasaran PT Sungai Budi Group, Agus Kurniawan, mengatakan penyebab kelangkaan minyak goreng cukup kompleks.

Salah satunya, karena ada distributor atau produsen tidak menyalurkan minyak goreng sehingga kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi.

"Kelangkaan minyak goreng penyebabnya cukup kompleks. Banyak distributor dan produsen lain yang tidak menjual atau menyalurkan minyak goreng, sehingga kebutuhan masyarakat tidak dapat terpenuhi. Tapi sejauh ini minyak goreng kami tetap disalurkan, tapi fakta di lapangan di luar monitor kami," kata Agus, Kamis (10/2).

Agus mengatakan, untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng tersebut, PT Sungai Budi Group bersama Dinas Perdagangan kabupaten/kota akan menggelar operasi pasar minyak goreng dengan menyiapkan 3.000 liter di masing-masing titik.

"Operasi pasar minyak goreng bekerjasama dengan Dinas Perdagangan 15 kabupaten/kota. Sampai dengan sore ini sudah ada 12 daerah yang menyatakan siap. Kami sudah berkomunikasi untuk segera menyusun jadwalnya," ungkap Agus.

Ia mengungkapkan, daerah yang sudah siap menggelar operasi pasar minyak goreng yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, Way Kanan, Pesisir Barat, Mesuji, Pemprov Lampung dan Bulog.

"Sedangkan untuk daerah yang belum ada konfirmasi apakah bersedia atau tidak yaitu Lampung Utara, Tulang Bawang, Lampung Barat, Tanggamus dan Kota Metro," bebernya.

Agus menerangkan, stok 3.000 liter minyak goreng per titik masih bisa dilakukan penambahan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika ada pihak-pihak yang menimbun minyak goreng.

"Jika ditemukan ada penimbunan tentunya akan diberikan sanksi tegas. Tentu sanksinya akan kita serahkan ke pihak berwajib. Kalau memang mau menimbun ya jangan jualan. Jadi Bunda juga minta distributor minyak ayo sama-sama salurkan hak masyarakat,” kata Eva, Kamis (10/2).

Eva menerangkan, untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng di pasaran, pihaknya akan menugaskan satgas pangan melakukan pengecekan ke semua gudang ritel modern. “Kalau memang ada distributor yang menyimpan kita tutup," ujar Eva.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bandar Lampung, I Kadek Sumartha, menambahkan dalam satu bulan rata-rata kebutuhan minyak goreng di Bandar Lampung mencapai 2.536 ton, untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang mencapai 1.185.745 jiwa.

“Menjelang hari-hari besar nasional, biasanya konsumsi minyak goreng meningkat 5-10 persen,” kata dia. (*)

Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Jumat, 11 Februari 2022 dengan judul “Distributor dan Produsen Diduga Tak Salurkan Minyak Goreng