Lima Petani Lambar Diajukan Jadi Dokter Kakao
Kepala Bidang Perkebunan, Sumarlin, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/2/2022). Foto: Echa/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Dalam rangka membantu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membantu meningkatkan produktivitas kakao, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Lampung Barat (Lambar) mengajukan 5 petani kakao untuk mengikuti pelatihan dokter kakao.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Yudha Setiawan, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Sumarlin, saat dikunjungi kupastuntas.co di ruang kerjanya, Senin (14/2/2022).
"Kita berupaya memfasilitasi para petani kakao untuk mengikuti pelatihan dokter kakao ke Wildlife Conservation Society (WCS) di Sulawesi Selatan, dan petani yang kita ajukan adalah petani yang memang aktif dan konsisten melakukan budidaya kakao itu sendiri," kata Sumarlin.
Lima petani yang diajukan ke WCS tersebut berasal dari Pekon Tugu Ratu Kecamatan Suoh yang merupakan daerah penghasil kakao di Lampung Barat, yaitu Sambodo, Edi Santoso, Suprapto, imam basori dan Rohimin. Kelimanya merupakan masyarakat yang selama ini konsisten mengembangkan kakao.
Setelah lulus dari pelatihan tersebut nantinya mereka akan mendapatkan gelar dokter kakao yang tugasnya mendampingi petani kakao dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil produksi kakao.
"Tugas mereka nanti membantu mendampingi para petani kakao dalam mengelola, mengembangkan serta meningkatkan produktivitas kakao agar para petani kakao di wilayah mereka lebih sejahtera," ujarnya.
Saat ini pihaknya telah mengajukan 5 petani yang mengikuti pelatihan tersebut, dan kemungkinan akan bertambah sesuai dengan usulan dari masing-masing kelompok tani yang ada di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS).
"Kita berharap akan lebih dari 5 sehingga nanti masing-masing pekon (Desa) di wilayah setempat memiliki 1 dokter kakao yang mampu mendampingi mereka dalam rangka meningkatkan produktivitas kakao," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : POL PP PATROLI, PKL LARI SEMBUNYI
Berita Lainnya
-
Proyek Penanganan Longsor Liwa–Hanakau Lambar Selesai Tanpa Finishing, Warga Pertanyakan Sisa Anggaran
Selasa, 20 Januari 2026 -
Temuan Masalah MBG di Lampung Barat: Dapur Tak Higienis hingga Fasilitas Belum Lengkap
Selasa, 20 Januari 2026 -
Geothermal Suoh–Sekincau Diproyeksi Jadi Sumber Pendapatan Baru Lampung Barat
Selasa, 20 Januari 2026 -
Sempat Rusak dan Dikeluhkan, Air Mancur Taman Ham Tebiu Lambar Kembali Memancar
Selasa, 20 Januari 2026









