Mahal Dipasaran, Lampung Genjot Produksi Kedelai Lokal
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Kusnadi, saat dimintai keterangan di lingkungan Kantor Gubernur Lampung, Jum'at (18/2/2022) Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Mahalnya harga kedelai di pasar dalam beberapa minggu terakhir,
mendorong pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperluas lahan tanam guna
meningkatkan produktivitas.
Kapala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman
Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Kusnadi mengatakan, jika petani
di Provinsi Lampung telah menghasilkan kedelai maka para pedagang diminta untuk
beralih ke kedelai lokal.
"Kedelai ini mengalami kenaikan karena memang masuk ke dalam hukum
ekonomi. Harga kedelai naik karena memang menyeluruh bersamaan dengan iklim di
Brazil dan juga Amerika yang mengalami kekeringan," kata Kusnadi saat
dimintai keterangan, Jum'at (18/2/2022).
Kusnadi melanjutkan, guna menjaga stabilitas harga kedelai, saat ini pihaknya mulai memberikan bantuan bibit
kepada para petani agar mau menanam kedelai meski tidak dengan lahan yang luas
seperti komidatas lainnya.
"Kita usaha merangsang petani
untuk menanam kedelai, seperti
bantuan bibit jagung tapi ada kewajiban juga untuk menanam kedelai. Pembibitan
juga kita siapkan di beberapa lokasi untuk penanman kedelai. Tapi kita tidak
bisa paksa agar petani mau menanam," jelasnya.
Menurutnya, setelah memiliki produksi kedelai secara lokal, maka para
pedagang tahu dan tempe diminta untuk memanfaatkan kedelai lokal sehingga dapat
mengurangi pembelian secara impor.
"Tapi karena memang suplai kedelai sekarang sedikit dan harga bersaing
dengan lokal, maka mau tidak mau para pedagang harus beralih menggunakan
kedelai lokal," kata dia.
Kusnadi mengungkapkan, para petani kedelai nantinya akan diminta bergabung ke dalam Kartu
Petani Berjaya (KPB) sehingga memudahkan pemerintah daerah dalam memberikan
bantuan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada tahun 2017, luas panen kedelai di Lampung ialah 5.944,00 hektar dengan jumlah produksi 8.027,00 ton. (*)
Video KUPAS TV : BEDAIN SNEAKERS ORIGINAL dan PALSU/KW - Owner Werken Store
Berita Lainnya
-
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat
Jumat, 03 Juli 2026 -
Fave+ Hotel Lampung Jalankan Program CSR, Bagikan Sembako kepada Warga Sekitar
Jumat, 03 Juli 2026 -
Program Keringanan Pajak di Lampung Dongkrak Pendapatan Daerah, Penerimaan Naik Jadi Rp93,2 Miliar
Jumat, 03 Juli 2026 -
Sikapi Pembunuhan Tapir di Mesuji, Pemprov Lampung Perkuat Penegakan Hukum dan Edukasi
Jumat, 03 Juli 2026








