Dinkes Catat 170 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca di Lampung Kedaluwarsa
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, saat dimintai keterangan dilingkungan kantor Gubernur Lampung, Selasa (1/3/2022). Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Sebanyak 170 ribu dosis vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca di Provinsi
Lampung telah memasuki masa Kedaluwarsa atau expired per 28 Februari 2022
sehingga tidak lagi bisa digunakan.
"Vaksin untuk
yang Sinovac sudah habis kita gunakan, tapi yang expired ini AstraZeneca
jumlahnya sekitar 170-an ribu lagi dan ini Kedaluwarsanya kemarin," kata
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, saat dimintai keterangan
dilingkungan kantor Gubernur Lampung, Selasa (1/3/2022).
Ia melanjutkan, jauh
hari sebelum ratusan ribu dosis vaksin AstraZeneca tersebut memasuki masa Kedaluwarsa, pihaknya telah membuat laporan ke Kementerian Kesehatan agar dapat
mengalokasikan ulang.
"Awal bulan dan
jauh hari sebelum expired kami minta realokasi. Karena kami tahu tidak akan
bisa menghabiskan, tapi dari Kementerian Kesehatan tidak melakukan realokasi.
Astrazeneca ini pengiriman nya sudah sangat telat," katanya lagi.
Menurutnya, vaksin
yang Kedaluwarsa tersebut juga berasal dari kabupaten/kota dan saat ini tengah
disimpan di gudang Dinas Kesehatan Provinsi Lampung untuk selanjutnya menunggu
arahan dari Kementerian Kesehatan.
"Kita masih
tunggu arahan dari kementerian seperti apa. Ini tersebar di kabupaten/kota dan
sekarang mereka sudah kirim ke provinsi. Kita tunggu dari kementerian karena
kadang ada yang di perpanjang expired nya," tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung, dr. Khadafi Indrawan,
mengungkapkan guna menghindari adanya vaksin yang Kedaluwarsa maka masyarakat
diminta untuk tidak memilih jenis vaksin lantaran semua memiliki khasiat yang
sama.
Menurutnya, terdapat 9
jenis vaksin Covid-19 yang direkomendasikan untuk dapat digunakan oleh
masyarakat. Masing-masing vaksin memiliki jenis yang berbeda mulai dari virus
yang di matikan, ada pula yang berdasarkan mRNa, RNA based, protein sub unit,
dengan non replicating viral vector, dan semua bisa di gunakan.
"Terutama untuk
meningkatkan antibodi dan merangsang sistem kekebalan tubuh, mengurangi resiko
penularan, mengurangi dampak berat dari virus dan dapat tercapainya herd
immunity," kata dia saat dimintai keterangan.
Karenanya, ia berharap
agar masyarakat tidak memilih jenis vaksin lantaran semua memiliki manfaat yang
sama yakni meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak terserang oleh virus.
"Semua jenis
vaksin itu sama dan semua bagus karena sudah di rekomendasikan oleh BPOM dan
Kementrian Kesehatan. Serta sudah melalui tahapan penelitian," tutupnya.
Sementara itu berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hingga saat ini capain vaksinasi didaerah setempat untuk dosis pertama telah mencapai angka 87.07 persen, dosis kedua 62.63 persen dan dosis ketiga 2.41 persen dengan target sasaran 6.645.226 orang. (*)
Video KUPAS TV : BESI GORONG GORONG DIGASAK MALING
Berita Lainnya
-
Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sisca Indah Pratiwi, dari Putri Indonesia hingga Jadi ASN Kejaksaan: Wujud Nyata Kampus Berdampak
Jumat, 03 Juli 2026 -
Wisuda Periode II 2026, Rektor UIN RIL Tekankan Kepedulian Lingkungan dan Kemanusiaan
Kamis, 02 Juli 2026 -
903 Lulusan UIN RIL Dikukuhkan, Rektor: Yang Terus Belajar Akan Menjadi Pemilik Masa Depan
Kamis, 02 Juli 2026 -
Asesor UI GreenMetric Apresiasi Kemajuan UIN RIL, Tekankan Kampus Hijau Harus Menjadi Gaya Hidup
Kamis, 02 Juli 2026








