Pelebaran Gorong-gorong Jalan ZA Pagar Alam Rajabasa Mulai Dikerjakan
Tampak alat berat saat mengeruk material tanah dari jalan ZA Pagar Alam untuk memperluas area gorong-gorong setempat. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Bandar Lampung - Pelebaran gorong-gorong yang panjangnya sekitar 23 meter
melintasi Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Rajabasa Nunyai, atau tepatnya di
depan pembangunan Living saat ini mulai dikerjakan, Minggu (13/3/2022).
Hal itu
menindaklanjuti dari tinjauan walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, saat banjir
beberapa waktu lalu di lokasi tersebut.
"Pembangunan
gorong-gorong ini kita gali dengan kedalaman sekitar 2 meter, yang kalau
panjang sekitar 23 meter melintasi dua jalur Jalan ZA Pagar Alam," ujar
Rama selaku pengawas lapangan dari PT Belibis, saat dimintai keterangan di lokasi.
"Tapi
kalau untuk lebarkan 4,5 meter yang nantinya dipasang box culvert dua
baris yang panjang total sekitar 3 meter, karenakan satu box culvert 1,5 meter,"
sambungnya.
Ia juga
menjelaskan, total box culvert yang nantinya akan dipasang sekitar 46
buah dari total panjang galian tersebut.
"Untuk
mengurangi kemacetan kita siasatkan kerjakan seberang kiri ini dulu, baru nanti
seberangnya. Sehingga walaupun ada pengerjaan gorong-gorong jalan ini tidak ada
penutupan jalan," jelasnya.
Sejauh
ini kata Rama, kendalanya memang ada kabel milik Telkom sama PDAM, oleh karenanya,
pihaknya juga koordinasi dengan mereka terlebih dahulu.
"Ini
sudah lama koordinasi dengan mereka, masalah banyaknya kabel yang ada di bawah.
Pengerjaan ini mulai dari Sabtu kemarin sih," katanya.
Dengan
banyaknya kabel dan pipa milik Telkom dan PDAM, pihaknya juga belum bisa
memastikan kapan akan selesai pelebaran gorong-gorong tersebut.
"Targetnya
kita kurang tahu juga, kalau dilihat kondisinya seperti ini, dibawah banyak
kabelnya," timpalnya.
Sementara
itu, operator lapangan dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Didi
menyampaikan, selama pembangunan gorong-gorong ini aliran air PDAM, insyaAllah
tidak terkendala.
"Karena kita juga mengawasinya takut pipa dibawah kena, tapi sejauh ini aman, air juga masih lancar," ucap Didi. (*)
Video KUPAS TV : MALING MODUS GENDONG BAYI BERAKSI DI RS URIP
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026








