• Senin, 27 Juni 2022

Masyarakat Bandar Lampung Keluhkan Harga Baru Minyak Goreng

Kamis, 17 Maret 2022 - 18.00 WIB
120

Warta salah satu masyarakat yang merasa keberatan dengan naiknya harga minyak goreng. Foto: Didit/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kebijakan pemerintah dalam penetapan harga baru minyak goreng kemasan menimbulkan keluhan pada masyarakat.

Salah satu konsumen minyak goreng di Supermarket Chandra Teluk, Warti mengatakan bahwa harga yang ditetapkan pemerintah sedikit memberatkan masyarakat.

"Harga minyak sekarang Rp 23.500 per liternya, kalau untuk masyarakat yang memiliki ekonomi menengah ke bawah pasti merasa berat," katanya, pada Kamis (17/3/2022).

Warti mengatakan bahwa dengan dicabutnya harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 Ribu memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat yang usahanya bergantung pada minyak goreng.

"Kalau memang dicabut tidak masalah, tapi harganya kembali ke normal sebelum ada HET. Kalau sekarang pedagang-pedagang gorengan, yang bergantung pada minyak akan sangat berdampak," jelasnya.

Ia mengatakan meski HET sudah dicabut, ketersediaan minyak goreng di pasaran masih sulit ditemukan. Ia mengaku telah mengelilingi beberapa minmarket dan ritel, tetapi belum menemukan stok minyak goreng.

"Di Chandra Teluk ini nggak ada stok minyak goreng yang biasa, adanya minyak jagung, minyak kedelai, minyak zaitun, dan minyak kelapa murni. Itu semua harganya cukup tinggi," ucapnya.

Konsumen minyak goreng lainnya, Tika berkata merasa keberatan dengan kebijakan harga baru minyak goreng yang dikeluarkan pemerintah.

"Keberatan dengan harga yang ditetapkan pemerintah, seharusnya pemerintah mengkaji ulang terkait keputusan menteri," ujarnya.

Sementara itu, Manager Marketing Chandra Departement Store, Mona Wijaya belum mau memberikan keterangan terkait penerapan harga minyak tersebut. Ia mengatakan belum ada ketetapan dari pusat.

"Belum bisa berkomentar kalo masalah itu, stok juga mungkin ada di display dengan harga terbaru," pungkasnya. (*)

Video KUPAS TV : PEMBACOKAN SEKRETARIS DISKOPERINDAG TANGGAMUS