• Senin, 27 Juni 2022

Minyak Goreng Curah Langka dan Mahal, Ternyata Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Maret 2022 - 08.18 WIB
141

Tati, pedagang di Pasar Pasir Gintung, mengatakan kiosnya sudah tidak menjual minyak goreng curah karena sulitnya mendapatkan pasokan. Foto: Dok Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Minyak goreng curah mulai langka di Bandar Lampung. Sejumlah pedagang di pasar tradisional kehabisan stok. Jika tersedia, harganya sudah menembus Rp22 ribu per liter.

Akibat kondisi tersebut, pedagang di pasar tradisional sudah beberapa hari terakhir tidak menjual minyak goreng curah.

Tati, pedagang di Pasar Pasir Gintung, mengatakan kiosnya sudah tidak menjual minyak goreng curah karena sulitnya mendapatkan pasokan.

"Di sini sudah tidak jual minyak goreng curah, tadinya sih jual. Tapi sudah beberapa hari terakhir tidak datang barangnya," kata Tati, Senin (21/3).

Tati mengaku terakhir mendapatkan pasokan minyak goreng curah sekitar satu minggu lalu.

"Terakhir jual sekitar satu minggu lalu, habis itu tidak pernah datang lagi. Biasanya ada mobil yang datang nganter minyak curah, tapi sudah lama tidak datang," ujar dia.

Sebelum langka, Tati menjual minyak goreng curah dengan harga Rp18 ribu per liter.

Pedagang lainnya, Butet, mengatakan terakhir menjual minyak goreng curah sekitar dua bulan lalu.

"Saya sudah tidak jual minyak goreng curah lagi. Sebab, stoknya tidak pernah masuk lagi kesini," ucap Butet yang terakhir kali menjual minyak goreng curah dengan harga Rp22 ribu per liter.

Kekosongan stok minyak goreng curah juga terjadi di Pasar Tamin, Bandar Lampung. Salah seorang pedagang, Agus, mengatakan sudah lima hari terakhir tidak mendapatkan pasokan minyak goreng curah.

“Sekitar lima hari lalu masih jual minyak goreng curah dengan harga Rp22 ribu per liter. Tapi sekarang pasokan belum datang lagi. Jadi belum bisa jual minyak curah lagi,” ungkapnya.

Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro, mengatakan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok minyak goreng curah di Provinsi Lampung.

Pemantauan dilakukan sebagai respon atas dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 11 Tahun 2022 tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah.

Sesuai Permendag, pemerintah melepas perkembangan  harga minyak goreng kemasan kepada keekonomian pasar.

"Berdasarkan pantauan, KPPU menemukan ketersedian stok minyak goreng curah di Lampung masih tergolong langka. Kondisi tersebut tergambar dari terbatasnya toko-toko dan pasar tradisional yang memiliki stok dan memasarkan minyak goreng jenis curah," kata Wahyu Bekti Anggoro, Senin (21/3).

Menurutnya, sebagian besar pedagang di Lampung mengaku jika pasokan minyak goreng curah belum didistribusikan oleh produsen atau supplier.

"Berdasarkan pemantauan, harga minyak goreng jenis curah di Provinsi Lampung berada pada varian harga Rp20.000 sampai dengan Rp22.000 per kilogram," kata dia.

Padahal, berdasarkan Permendag HET minyak goreng jenis curah adalah Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan jika Permendag No. 11 Tahun 2022 belum berjalan efektif di Provinsi Lampung.

"KPPU akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan. KPPU menyoroti perkembangan dari sisi harga, stok barang, dan kelancaran pasokan

pada setiap tahapan rantai distribusi untuk mengantisipasi perilaku yang mengarah ke persaingan usaha tidak sehat," terang dia.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, mengatakan harga minyak goreng curah dijual di atas HET lantaran distributor belum mengajukan subsidi ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

"Minyak goreng curah yang saat ini beredar di pasaran belum disubsidi. Untuk mendapatkan subsidi, produsen harus daftar ke dalam sistem informasi nasional. Setelah daftar dan di ACC baru dijalankan untuk subsidinya dan dijual dengan HET," kata dia.

Sementara Pemkot Bandar Lampung, melalui Dinas Perdagangan, berencana menggelar pasar murah minyak goreng di 20 kecamatan saat bulan ramadhan.

Kepala Dinas Perdagangan Bandar Lampung, Wilson Faisol, mengatakan pasar murah digelar untuk membantu masyarakat menghadapi bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

"Kita akan mengadakan pasar murah di 20 kecamatan sebanyak 3 kali secara serentak, yaitu pada awal bulan ramadhan, pertengahan dan menjelang Idul Fitri," ujar Wilson, Senin (21/3).

Selain minyak goreng murah, pasar murah juga akan menjual beras dan gula. Ia berharap bahan pokok yang akan dijual itu dapat subsidi dari ritel dan pengusaha-pengusaha yang ada di Bandar Lampung.

Wilson mengungkapkan, harga minyak goreng curah di pasaran kini sudah menyentuh angka Rp20 ribu per liter. “Harapannya pada pasar murah nanti bisa dijual Rp14 ribu atau Rp15 ribu per liter,” ungkapnya. (*)

Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Selasa, 22 Maret 2022 dengan judul “Minyak Goreng Curah Langka dan Mahal”

Video KUPAS TV : HARGA NORMAL MINYAK GORENG DIKELUHKAN WARGA