• Senin, 27 Juni 2022

Jelang Ramadhan, Harga Beberapa Bahan Pokok di Pasar Pasir Gintung Terpantau Naik

Rabu, 23 Maret 2022 - 13.26 WIB
60

Tampak dagangan bahan kebutuhan pokok di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung. Foto: Ragilia/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Jelang Bulan Suci Ramadhan, berbagai bahan pokok mulai naik, salah satunya harga daging sapi di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung.

Hal tersebut diungkapkan Rudi (50), salah satu penjual daging sapi di Pasar Pasir Gintung. Dirinya juga mengatakan, saat ini penjual daging di pasar tersebut masih sepi.

"Harganya dikit-dikit udah mulai naik sekarang, penjualnya juga belum terlalu rame, kalo udah mulai deket-deket mungkin empat hari atau seminggu lagi  baru penjual daging rame, bisa sampai ngelilingin tempat kita ini," katanya saat dimintai keterangan, Rabu (23/03/2022).

Rudi menjelaskan, daging saat ini sudah menyentuh harga Rp130 ribu, yang sebelumnya Rp120 ribu.

"Kalau sekarang kita sudah jualnya 130 ribu, harga normalnya itu 120 ribu jadi sudah naik sampai 10 ribuan, biasanya kalau makin dekat dengan Ramadhan kemungkinan bakal naik lagi harganya, biasanya paling tinggi harganya bisa 135 sampai 140 ribu, jadi tergantung pasarannya aja, kalau memang harga naik ya kita juga harus naik," jelasnya.

Rudi menambahkan , kenaikan harga daging sudah menjadi hal lumrah bagi pedagang, baik menuju Bulan Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri.

"Saya sudah jualan bertahun-tahun, ya kenaikan kaya gini sudah biasa terjadi, apalagi mau puasa dan lebaran, jadi mau gak mau ya kita naikin juga, ya walaupun naik juga pembeli tetap seperti biasa," katanya.

Menurutnya, naiknya harga daging juga karena daging langka, artinya meskipun pedagang ramai namun pembeli juga ramai sehingga tidak sedikit pembeli yang tidak kebagian daging.

"Ya pedagang daging nantinya pasti banyak tapi kan pembelinya juga gak kalah banyak, jadi karena pembelinya banyak kadang daging juga suka kurang, ya kemungkinan itu juga yang buat mahal karena termasuk langka," tandasnya.

Selain daging, sampai saat ini harga minyak goreng masih menjadi salah satu bahan pokok yang susah didapat masyarakat, karena masih tergolong mahal.

Muntinah, salah satu pembeli di pasar setempat mengatakan, minyak goreng saat ini tidak lagi mengalami kelangkaan namun harga masih mahal.

"Harganya sekarang 24 ribu biasanya paling mahal juga 20 ribu, kalau sekarang mah mau gak mau meskipun mahal ya tetep kita beli karena memang ini menjadi kebutuhan kita di dapur, apalagi kalau yang jualan," katanya.

Siti (62), salah satu pembeli yang berasal dari Malang mengatakan, selama sepekan dirinya tinggal di Lampung juga sempat mengeluhkan harga minyak.

"Kalau saya di Malang kemarin, minyak gak langka, harga juga meskipun naik, 2 liter masih 40 ribu, itu udah yang paling bagus merknya,  tapi saat di Lampung saya beli kemarin harganya hampir 50 ribu, terus saya juga heran orang-orang sampe ngantre panjang buat beli minyak, tapi ya walaupun sekarang mahal tidak apa-apa yang penting gak langka, yang susah itu sudah mahal terus langka, ya yang penting ada karena kan memang kebutuhan ibu-ibu buat masak," jelasnya.

Meskipun sejumlah harga di pasar naik, namun untuk harga cabai di pasar saat ini relatif stabil.

Tata (29) pedagang pasar setempat mengatakan, harga cabai saat ini sudah turun yang sebelumnya mencapai Rp 40 ribu, saat ini sudah stabil dengan harga Rp 32 ribu.

"Kemarin kan sempet naik, nah sekarang sudah turun, tapi kemungkinan biasanya naik lagi itu bisa sampai 100 ribuan, apalagi harga cabai rawit, soalnya kan bulan puasa banyak yang buat cuka dan lainnya. Kalau cabai merah di bulan puasa malah murah karena yang pasti dicari itu cabai rawit makanya kemungkinan bakal naik lagi, tapi untuk sekarang ya relatif stabil," jelasnya.

Selain itu juga ada bawang putih yang mulai mengalami kenaikan, dengan selisih harga Rp5 ribu.

"Jadi tiap hari itu pasti ada aja perubahan harga, bawang tadinya 24 ribu, 25 ribu, sekarang sudah 30 ribuan," tandasnya. (*)

Video KUPAS TV : BELASAN KIOS HANGUS TERBAKAR DI PASAR TEMPEL