Anggaran Kejuaraan Surfing Krui Pro 2022 Kekurangan Biaya Rp4 Miliar
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik saat dimintai keterangan di lingkungan kantor Gubernur Lampung, Senin (4/4/2022). Foto: Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengungkapkan, kejuaraan surfing internasional atau World Surfing League (WSL) Krui Pro yang akan digelar di Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan pada Juni mendatang rupanya masih kekurangan biaya.
"Kebutuhan anggaran minimal untuk Krui Pro itu Rp8 miliar dan Pemda setempat sudah menganggarkan Rp4 miliar sehingga masih kurang. Kegiatan ini kan dilakukan ditengah-tengah sehingga tidak mungkin memasukan anggaran," kata Nunik, saat dimintai keterangan, Senin (4/4/2022).
Guna memastikan kejuaraan internasional tersebut tetap berjalan, maka Pemprov Lampung akan turut serta dan membantu segala sesuatu yang menjadi kendala Pemda Kabupaten Pesisir Barat mewujudkan kegiatan tersebut.
"Kita coba lihat kebutuhan teknis nya apa saja, misal toilet portabel dan di BPBD ada, bus yang di dalamnya ada alat kesehatan kita juga ada. Kemudian anggaran promosi nanti kita coba selaraskan. Jadi bantuan tidak dalam bentuk uang tetapi kebutuhan," ungkapnya.
Menurutnya, kekurangan anggaran untuk pelaksanaan Krui Pro tersebut lantaran saat penyusunan anggaran dilakukan, pandemi Covid-19 sedang mengalami peningkatan sehingga sebagian dana dialihkan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19.
"Saat penyusunan anggaran festival ini, Covid-19 sedang tinggi sehingga ragu. Ketika dianggarkan nanti tidak terpakai, tapi Alhamdulillah Covid-19 melandai dan festival Krui Pro bisa dilakukan. Antusias peselancar mancanegara juga sangat luar biasa," tuturnya.
Pemprov Lampung bersama dengan Pemda Pesisir Barat juga terus berkoodinasi dengan instansi terkait agar dapat melakukan penambahan jam terbang maskapai Susi Air serta menambah pesawat khusus untuk kargo.
"Memang ada kendala soal transportasi, dimana pesawat nya tidak bisa membawa papan surfing. Opsi yang sudah disiapkan ialah menggunakan bus untuk papan surfing atau pesawat kargo. Ini masih terus dikoordinasikan termasuk dengan penambahan jam terbang," terangnya.
Nunik juga mengaku jika akan ada penambahan beberapa event lainnya guna meramaikan festival Krui Pro. Ivent yang akan dilakukan, seperti bazar UMKM, kuliner hingga kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI).
"Krui Pro ini masuk kedalam perhatian nasional meskipun tidak masuk di kalender event nasional. Sehingga akan ada beberapa event yang disiapkan sehingga semakin ramai dan tidak hanya satu event saja karena ini akan ramai," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat, I Nyoman Setiawan, meminta dukungan kepada pemerintah Provinsi Lampung dalam kegiatan Krui Pro salah satunya ialah dalam hal transportasi.
Dimana maskapai Susi Air yang digunakan untuk membawa penumpang dari Bandara Radin Inten II hanya terbang dua kali dalam satu minggu dan hanya mampu membawa 12 penumpang.
"Jumlah peserta Krui Pro diperkirakan 300 orang belum ditambah dengan crew dan anggota keluarga. Sehingga pesawat kecil tidak akan memadai dan mengcover masyarakat yang ingin datang menyaksikan Krui Pro," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : Berbagi Keberkahan | Hotel Emersia Lampung Tawarkan Promo Menarik Bulan Ramadan
Berita Lainnya
-
Penembak Polisi di Lampung Ternyata Buron Spesialis Curanmor Dealer Motor
Jumat, 15 Mei 2026 -
Fakta Baru! Bripka Arya Tewas Ditembak Pakai Pistol Miliknya Sendiri
Jumat, 15 Mei 2026 -
Beralas Daun Pisang, Jenazah Penembak Polisi di Lampung Tiba di RS Bhayangkara
Jumat, 15 Mei 2026 -
Pakai Helikopter Saat Kunker, KPU Diadukan ke DKPP
Jumat, 15 Mei 2026








