Target Investasi Lampung Rp11 Triliun, Apindo: Jaga Kondusivitas dan Keamanan Daerah
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan investasi di Provinsi Lampung tahun 2022 sebesar Rp11 triliun, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri, mengatakan target tersebut turut didukung oleh 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung.
"Target realisasi investasi tahun 2022 dari BKPM untuk Provinsi Lampung Rp11 triliun. Harapannya, pemerintah kabupaten/kota dapat bersinergi dengan Pemprov Lampung sehingga target tersebut dapat terealisasi," kata Yudhi, Minggu (3/4/2022).
Dijelaskan Yudhi, target investasi tahun 2022 tertinggi adalah Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp2,85 triliun, disusul Mesuji Rp1,79 triliun, Tanggamus Rp1,69 triliun, Bandar Lampung Rp1,61 triliun, dan Lampung Selatan Rp1,56 triliun.
Selanjutnya target investasi Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar Rp311,96 miliar, Tulang Bawang Rp267,77 miliar, Way Kanan Rp244,04 miliar, Lampung Utara Rp238,98 miliar, Pesawaran Rp238,98 miliar, dan Lampung Barat Rp127,17 miliar.
"Kemudian untuk investasi Kabupaten Lampung Timur sebesar Rp122,79 miliar, Metro Rp27,79 miliar, Pringsewu Rp11,02 miliar dan Kabupaten Pesisir Barat Rp5,40 miliar," ungkap Yudhi.
Baca juga : Realisasi Investasi Lampung Ditargetkan Rp 11 Triliun, Target Tertinggi Lamteng
Yudhi menjelaskan, saat pandemi Covid-19 terdapat banyak perubahan regulasi bidang penanaman modal yang perlu disikapi dan dipatuhi, guna menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat khususnya dunia usaha.
Guna memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi, dibentuk Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA). Sebuah perizinan berusaha dimana dalam menjalankan kegiatan usahanya melalui penilaian berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.
"Dengan OSS-RBA diharapkan pelayanan perizinan berusaha menjadi lebih mudah, cepat dan sederhana. Tentunya juga diikuti dengan pengawasan yang terkoordinasi dengan transparan dan akuntabel," terang Yudhi.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Lampung, Yuria Putra Tubarad, meminta para bupati dan walikota menjaga kondusifitas dan keamanan di daerah masing-masing sehingga para investor merasa aman serta nyaman.
"Kondusifitas harus terus dijaga karena ini akan berdampak pada keamanan dan kenyamanan dari investor itu sendiri. Pemda juga harus terus berinovasi terutama untuk memberi kemudahan proses perizinan," saran Yuria.
Menurutnya, realisasi investasi yang terus mengalami peningkatan tersebut akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah serta terserapnya tenaga kerja di Lampung.
"Dampaknya akan banyak dirasakan ketika investasi meningkat, apalagi kalau bangun pabrik. Otomatis akan menyerap tenaga kerja dan yang bekerja akan belanja sehingga bisa mendorong ke pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Menurutnya, para kepala daerah juga harus terus berinovasi dalam memberikan kemudahan para investor dalam mengurus perizinan.
"Dalam perizinan juga harus diperhatikan, jangan sampai dipersulit. Apalagi sekarang sudah zamannya online maka ini bisa lebih dimaksimalkan," imbuhnya.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Ikhwan Fadil Ibrahim, juga menyarankan pemerintah daerah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para investor untuk mendukung tercapainya target realisasi investasi itu.
"Jika sistem perizinan dipermudah serta kenyamanan dan keamanan selama berinvestasi dapat terjamin, optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan bisa melebihi," ucapnya.
Menurutnya, dengan adanya peningkatan realisasi investasi itu akan berdampak terhadap penyerapan terhadap tenaga kerja lokal sehingga angka pengangguran dapat terus ditekan.
"Jika semakin banyak yang investasi terutama dalam pembangunan tentunya akan dapat menyerap tenaga kerja. Sehingga peningkatan ekonomi dapat terus diwujudkan," terang dia.
Sebelumnya, capaian realisasi investasi Provinsi Lampung tahun 2021 sebesar Rp13,05 triliun atau tercapai 120,84 persen dari target yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp10,8 triliun.
Realisasi investasi tersebut berasal dari 2.169 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 363 proyek Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar . Sehingga Lampung menempati peringkat ke-4 di Sumatera dan peringkat ke-12 secara nasional. (*)
Artikel ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Senin, 4 April 2022 dengan judul "Target Investasi Lampung Rp11 Triliun"
Video KUPAS TV : Aturan Jam Kerja PNS Pemkot Balam Saat Ramadan
Berita Lainnya
-
Penembak Polisi di Lampung Ternyata Buron Spesialis Curanmor Dealer Motor
Jumat, 15 Mei 2026 -
Fakta Baru! Bripka Arya Tewas Ditembak Pakai Pistol Miliknya Sendiri
Jumat, 15 Mei 2026 -
Beralas Daun Pisang, Jenazah Penembak Polisi di Lampung Tiba di RS Bhayangkara
Jumat, 15 Mei 2026 -
Pakai Helikopter Saat Kunker, KPU Diadukan ke DKPP
Jumat, 15 Mei 2026








