Terkendala Cuaca Buruk, Perajin Ikan Asin Menjerit Ikan Tangkapan Sedikit
Tampak produksi ikan asin yang menjadi sumber penghasilan warga di Pulau Pasaran Bandar Lampung. Foto: Ragilia/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Terkendala cuara buruk,
produksi rumahan penghasil ikan asin dan nelayan di Pulau Pasaran Bandar
Lampung alami kerugian, akibat ikan hasil tangkapan mereka tidak sesuai dengan
modal yang telah dikeluarkan.
Salah satu perajin ikan asin Wartiah (55), dirinya berujar minimnya
hasil tangkapan ikan sudah dua bulan terjadi. Bahkan ada suatu waktu mereka
tidak mendapatkan hasil sama sekali alias nihil tangkapan.
"Seminggu kemarin bahkan nelayan gak dapat sama sekali
mbak," katanya, Rabu (6/4/2022).
"Dua hari sebelum puasa kapal berangkat, kita sudah
beli bahan bakar solar 2 juta untuk melaut, pas pulang hasil gak ada, ini bukan
rugi lagi mbak, tapi hancur, habis-habisan pengeluaran tapi gak ada
hasil," ungkapnya miris.
Menurutnya, mengapa nelayan sulit mendapat ikan akibat faktor
cuaca.
"Bukan karena solar, ikan sekarang jarang muncul, kalau pun itu yang tertangkap sedikit, maka dari itu nelayan lebih memilih libur melaut,"
jelasnya.
Wartiah menambahkan, kondisi ini mau tidak mau membuat dirinya menaikkan harga ikan yang ia jual demi menutupi biaya produksi yang terbilang tidak sedikit.
"Sekarang ikan asin atau teri katak kita jual 55 ribu
sekilo, tapi kalau tangkapan banyak kita jualnya 40 ribu, ya sekarang naik 15
ribu karena ikannya lagi susah," katanya.
Kelangkaan ikan juga berimbas kepada para buruh upah harian
yang terpaksa diliburkan.
"Mau tidak mau terpaksa diliburkan walau sebenarnya kasian, biasanya kalau lagi banjir ikan kita mempekerjakan 15 orang, sekarang hanya 5 karena tangkapan dikit," ujarnya.
Meskipun produksi sedikit, namun dirinya telah memiliki
pelanggan tetap yang memesan melalui online maupun datang ke rumah produksi.
"Kalau yang beli itu biasanya datang kesini, bukan Lampung aja ada juga yang dari Jakarta, kalau tangkapannya banyak terus masih sisa biasanya kita jual juga secara online, ya semoga cepat normal kembali jadi selain pendapatan meningkat, nelayan dan buruh upah juga kembali bekerja," tandasnya. (*)
Video KUPAS TV : 9 Unit motor hasil kriminalitas ditemukan di Pesawaran
Berita Lainnya
-
Lampung Siapkan 7.855 Siswa Ikuti Kelas Migran Vokasi, 475 Peluang Kerja di Jepang Menanti
Selasa, 31 Maret 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Jalin Kerja Sama dengan BRIN, Akselerasi Inovasi dan Riset Berkelanjutan
Selasa, 31 Maret 2026 -
Nikmati Liburan Nyaman dengan Harga Terjangkau, Holiday Inn Lampung Bukit Randu Hadirkan Promo 'April Stay & Save'
Selasa, 31 Maret 2026 -
2.866 Siswa Lolos SNBP 2026 di Unila, Mayoritas dari Lampung
Selasa, 31 Maret 2026








