Dipastikan Bodong, Bappebti Minta Korban Laporkan ATG 5.0 dan ATC ke Polisi
Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana. Foto: Doc.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memastikan jika perusahaan Auto Trade Gold 5.0 dan Auto Trade Crypto (ATG/ATC) bodong.
Terkait hal itu, Bappebti meminta jika terdapat member yang merasa dirugikan oleh perusahaan yang diketahui milik Dinar Wahyu Saptian Dyfrig, atau lebih akrab dengan panggilan Wahyu Kenzo, dapat melaporkan ke pihak Kepolisian.
"Bappebti siap membantu dengan memberikan keterangan ahli, apabila diperlukan oleh pihak Kepolisian dalam proses penyidikan terhadap kasus tersebut," bebernya.
Ia juga mengungkapkan jika Bappebti tidak pernah membatasi untuk melakukan penarikan dana nasabah atau pun anggota dari entitas, yang diduga melanggar ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dibidang Perdagangan Berjangka Komoditi.
Baca juga : Bappebti Pastikan Trading ATG 5.0 dan ATC Bodong
Ia juga mengaku secara rutin memberikan sosialisasi melalui siaran pers dan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan penawaran paket investasi dan memberikan iming-iming keuntungan di luar kewajaran, melalui penawaran fixed income, profit sharing, bonus atau komisi apabila berhasil merekrut member baru untuk bergabung.
"Masyarakat harus bisa menjadi nasabah yang cerdas dan saling menjaga, serta menerapkan prinsip legal dan logis terhadap segala jenis investasi yang ditawarkan. Langkah Bappebti untuk mencegah atau melindungi masyarakat dari investasi illegal dilakukan secara preventif dan represif," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : Korban robot trading ATG 5.0 laporkan Wahyu Kenzo Ke Polda Lampung
Berita Lainnya
-
Kajati Lampung: Jika Ada Bukti Penyimpangan MBG, Akan Kami Tindak Lanjuti
Senin, 22 Juni 2026 -
Naufal Ghaly dan Chika Azahra Wakili Lampung Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
Senin, 22 Juni 2026 -
Ahmad Basuki: Event Nobar Piala Dunia Harus Berdampak Nyata bagi UMKM
Senin, 22 Juni 2026 -
Dukung Program MBG, Massa di Lampung Desak Pengawasan Ketat dan Usut Dugaan Korupsi
Senin, 22 Juni 2026








