DPRD Lampung Minta APH Usut Tuntas Sindikat Joki CPNS yang Rugikan Banyak Orang
Ditreskrimsus Polda Lampung bersama Satgas Anti-KKN CPNS Bareskrim Mabes Polri rilis Kasus sindikat joki tes CPNS tahun 2021 melalui video conference (Vicon) di Mapolda Lampung, Senin (25/4/2022). Foto: Dok Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat
mengusut secara tuntas sindikat joki tes CPNS yang menggunakan aplikasi remote
access dan perangkat khusus yang dimodifikasi.
"Kami mendukung dan mendorong penegak hukum untuk
membongkar kejahatan dalam tes CPNS ini sampai ke akarnya. Ini pasti ada yang
mengendalikan dan ini harus dibongkar," kata Sekretaris Komisi I DPRD
Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, saat dimintai keterangan, Selasa (26/4/2022).
Ia juga berharap agar aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman yang setimpal kepada para tersangka yang telah menimbulkan kerugian kepada banyak orang.
BACA JUGA: Polda
Lampung Tetapkan 4 Tersangka Joki CPNS, Satu Diantaranya Oknum Pegawai Honorer
"Pelaku ini harus dijatuhi dan di hukum setimpal dengan
apa yang mereka perbuat. Karena ini merugikan CPNS lain yang berkualitas.
Mereka yang harusnya diterima malah ditolak karena ada kecurangan yang
terjadi," tuturnya.
Menurutnya, upaya pemerintah pusat yang memberikan
kesempatan kepada semua orang untuk ikut serta dalam rekrutmen penerimaan CPNS
patut dihargai dan diapresiasi.
"Kalau zaman dahulu siapapun yang punya uang bisa menjadi PNS tanpa harus tes. Sekarang ini sudah benar penerimaan pegawai tidak pilih kasih dan siapapun berhak untuk jadi PNS meskipun dia tidak punya uang," tuturnya.
BACA JUGA: Polda
Ungkap Sindikat Joki Tes CPNS 2021, Libatkan Pegawai Honorer BKD Lampung
Ia juga berharap agar PNS yang diterima melalui seleksi
dengan cara yang baik dan benar akan mendapatkan pegawai yang berkualitas dan
mampu mengikuti apa yang menjadi harapan masyarakat.
"Dalam tes CPNS ini mana yang mampu dia yang diterima. Dan ini adalah ajang dalam mencari orang yang berkualitas dan berbobot. Sehingga PNS yang diterima bisa mengikuti apa yang jadi harapan masyarakat," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : GARONG DITANGKAP AKIBAT MOLOR DI TERAS RUMAH KORBAN
Berita Lainnya
-
Kepala LLDikti II: Kampus Harus Melahirkan Solusi, Bukan Sekadar Penelitian
Selasa, 23 Juni 2026 -
Lantik 14 Pejabat Fungsional, Karo AUPKK Dorong Hasilkan Kinerja Berkualitas
Selasa, 23 Juni 2026 -
Asesmen Lapangan BAN-PT, Rektor Dorong Prodi Hukum Keluarga Jadi Pusat Kajian Hukum Keluarga Islam yang Unggul
Selasa, 23 Juni 2026 -
LLDikti Tegaskan Tak Ada Penghapusan Prodi, Kampus Diminta Ubah Kurikulum Sesuai Kebutuhan Industri
Selasa, 23 Juni 2026








