Waspada PMK Pada Ternak, Pemkab Lamsel Siagakan 8 Dokter Hewan
Disnakeswan Lamsel saat sosialisasi penyakit mulut dan kuku pada hewan kepada seluruh pihak terkait. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) siagakan sejumlah dokter hewan dalam mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak.
Kepala Disnakeswan Kabupaten Lamsel, Rini Ariasih mengatakan, setidaknya terdapat 8 dokter hewan yang disiagakan untuk menerima langsung laporan dari masyarakat apabila ditemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
"Jadi bisa langsung lapor kesitu, ke Puskemas hewan juga bisa. Semua sudah kita kasih tau ke UPT Puskesmas kita. Jadi kalau ada laporan langsung kita cek," katanya, Minggu (15/05/2022).
Dia menjelaskan, ciri-ciri hewan ternak yang terjangkit PMK yang disebabkan oleh Apthovirus itu diantaranya demam (39-41° C), air liur berlebih atau hipersalivasi.
"Kemudian lepuh, bisul serta koreng pada mulut, lidah, hidung, sela-sela kuku dan puting, pincang, malas bergerak, tidak mau makan dan lemah," tuturnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit itu, Rini menambahkan, Bupati Lamsel Nanang Ermanto telah mengeluarkan Surat Edaran supaya semua pihak terkait dapat lebih waspada.
Kata Rini, Surat Edaran itu pun telah disosialisasikan melalui rapat koordinasi secara langsung dengan para pedagang, Rumah Potong Hewan (RPH), Tempat Pemotongan Hewan (TPH), bahkan perusahaan penggemukan sapi atau Feedloter untuk mengantisipasi penyakit tersebut.
"Jumat kemarin kami sudah mengadakan rakor dengan mengundang KaUPT Puskeswan, para medik, feedloter, para pedagang/belantik, koordinator IB dan pengelola RPH dan TPH untuk menyampaikan SE Bupati dan upaya-upaya pencegahan dan penanganan PMK. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres," jelasnya.
Hingga saat ini, dia menegaskan, belum ditemukan hewan ternak di Kabupaten Lamsel yang terjangkit atau memiliki tanda-tanda PMK.
"Sampai saat ini belum ada," tegasnya. (*)
Berita Lainnya
-
H-10 Hingga H-5 Lebaran: 363.607 Pemudik Masuk Sumatera, Puncak Mudik Diprediksi 19 Maret
Selasa, 17 Maret 2026 -
Kapolda, Gubernur, dan Pangdam Turun Langsung Pantau Arus Mudik di Bakauheni
Senin, 16 Maret 2026 -
Lonjakan H-6 Lebaran, 88 Ribu Pemudik Menyeberang dari Jawa ke Sumatera
Senin, 16 Maret 2026 -
Penyidikan Kasus Anak di Sidomulyo Berlanjut, Polisi Dalami Petunjuk Jaksa dan 13 Nama
Minggu, 15 Maret 2026








