• Senin, 27 Juni 2022

Tidak Bisa Beroperasi karena BBM Kosong, Sopir Truk Sampah Datangi Kantor DLH Metro

Rabu, 18 Mei 2022 - 10.30 WIB
379

Sejumlah armada truk sampah yang berbaris di bahu Jalan Tongkol, tepatnya depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Puluhan armada truk pengangkut sampah tidak bisa beroperasi lantaran Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak tersedia. Para sopir berikut pekerjanya memilih mogok operasi sementara dan mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Rabu (18/5/2022).

Dari pantauan Kupsatuntas.co, barisan kendaraan truk pengangkut sampah berjejer disepanjang bahu jalan Tongkol, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, tepatnya didepan Kantor DLH.

Puluhan petugas pengangkut sampah tersebut mempertanyakan kesediaan BBM untuk angkutan mereka. Dihalaman kantor DLH terlihat sejumlah pejabat Dinas hingga Kepala DLH, Irianto Marhasan.

Salah seorang petugas yang tidak bersedia menyebutkan identitasnya menyampaikan, ia bersama puluhan rekannya mendatangi kantor DLH untuk mempertanyakan BBM yang tidak bisa di ambil di SPBU 24.341.09 Metro Barat.

"Kita kalau ada BBM nya pasti langsung jalan pak, tapi kalau tidak ada BBM bagaimana kita mau jalan. Maka kita semua kesini, kita tanya ke yang berkompeten menanyakan ini. Biasanya kita ambil BBM itu di Pertamina Ganjar Agung. Banyaknya itu 15 liter per mobil truk," kata seorang petugas pengangkut sampah.


Dalam kesempatan itu, Kepala DLH Kota Metro, Irianto Marhasan mengungkapkan bahwa, BBM tidak dapat diambil oleh petugas pengangkut sampah lantaran ada keterlibatan pembayaran.

"BBM ini dikatakan sulit juga tidak, karena ini ada pergantian pejabat pengadaan. Jadi yang baru belum banyak tahu, jadi hanya keterlambatan SPJ saja. Hari ini sudah masuk transfer," ujarnya.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak SPBU, Irianto juga memastikan bahwa seluruh armada angkutan mulai beroperasi memungut sampah siang nanti. 

"Nanti siang sudah bisa operasional lagi. Kita sudah hubungi SPBU, juga sudah oke. Satu wilayah cukup waktunya kita angkut dalam sehari. Kejadian ini baru ini terjadi," pungkasnya.

Sementara Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Metro, Dedi Alfian menjelaskan, masalah ketersediaan BBM armada truk bukan persoalan yang rumit.

"Ada 21 armada truk, pagi ini belum jalan karena belum ada BBM. Tapi nanti sudah bisa di ambil karena persyaratan untuk pencairannya sudah pada lengkap semua. Ini cuma hari ini saja, sebenarnya tidak terjadi masalah karena berkas itu ada kesalahan-kesalahan maka kita lengkapi dan yang salah kira perbaiki. Jadi agak terlambatnya karena itu," bebernya.

Ia juga menerangkan bahwa masing-masing armada mendapatkan jatah 5.250 liter solar per truk pertahun. Maka jika ada 21 armada truk, DLH mengeluarkan kocek diperkirakan senilai Rp 567.787.500 atau sebanyak 110.250 liter, jika harga solar diangka Rp 5.150 perliter.

"Dengan kesalahan berkas itu, maka pencairan ke Pertamina agak terlambat dan pagi ini sudah dibayar. Kalau anggarannya sudah ada dan tidak ada masalah. Anggaran satu mobil truk itu 15 liter perhari. Tinggal dikalikan 350 hari dan dikali 21 truk itu besaran anggarannya setahun," tandasnya. 

Diketahui, DLH Kota Metro memiliki 21 armada truk pengangkut sampah. Pelaksanaan pengangkutan sampah dilapangan dibantu 183 petugas kebersihan. (*)


Video KUPAS TV : Perjuangan Atlet Lampung di Sea Games