• Sabtu, 16 Mei 2026

Hari Ini 387 Jemaah Haji Kloter Pertama Bandar Lampung Terbang ke Tanah Suci

Senin, 06 Juni 2022 - 07.43 WIB
211

Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Hari ini, sebanyak 387 calon jemaah haji kloter pertama asal Bandar Lampung akan terbang ke tanah suci melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Senin (6/6/2022).

Sebelum diberangkatkan ke Jakarta, rombongan ini terlebih dahulu masuk ke Asrama Haji Rajabasa pada Minggu (5/6/2022).

Suasana haru dan isak tangis mewarnai pihak keluarga yang melepas para calon jemaah haji ke Asrama Haji. Tangisan tersebut merupakan bentuk syukur pihak keluarga lantaran orang tua maupun sanak saudaranya dapat menunaikan ibadah haji di tanah suci tahun 2022 ini.

Para keluarga dan calon jemaah haji asal Bandar Lampung telah berkumpul di Islamic Center sejak pagi hari. Namun petugas baru memulai proses pengecekan kelengkapan berkas dan kesehatan calon jemaah pada pukul 10.00 WIB.

Mahmud Akhmad (55), calon jemaah haji asal Kedaton, mengucapkan syukur lantaran dirinya beserta istri dapat menjalankan rukun Islam kelima.

"Saya berangkat sama isteri. Sebetulnya jadwal keberangkatan saya pada tahun 2020 tetapi tertunda karena pandemi Covid-19. Alhamdulillah sekali tahun ini bisa berangkat," jelasnya.

Ia berharap agar selalu diberikan kesehatan dari awal keberangkatan hingga selesai menjalankan ibadah haji dan kembali ke tanah air.

"Saya bersyukur sekali kami diberikan kesempatan ke rumah Allah SWT. Semoga diberikan kesehatan dan kelancaran hingga selesai ibadah dan kembali ke Lampung," ungkapnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Lampung, Puji Raharjo, mengatakan pada kloter pertama tersebut tidak ditemukan calon jemaah yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

"Sampai hari ini untuk kloter Bandar Lampung tidak ditemukan calon jemaah yang positif Covid-19. Mudah-mudahan kita berdoa tidak ada yang positif hingga akhir keberangkatan," kata Puji di Asrama Haji Rajabasa, Minggu (5/6/2022).

Ia menerangkan, pada kloter pertama ini jumlah calon jemaah haji yang berangkat sebanyak 393 orang terdiri dari 387 calon jemaah haji, 2 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), 2 orang petugas kesehatan dan 2 orang PPIH.

"Sebanyak 393 jamaah ini dari Bandar Lampung semua, karena Bandar Lampung paling banyak tapi kita pecah ke beberapa kloter dan nanti akan terbagi ke kloter selanjutnya," ungkapnya.

Puji menjelaskan, sesampainya di Asrama Haji Rajabasa para calon jemaah haji akan langsung di cek validasi hasil PCR, pemeriksaan dokumen serta pemeriksaan kesehatan dan penyerahan atribut.

"Calon jemaah haji asal Lampung dapat kemudahan fast track atau jalur cepat. Sehingga pemeriksaan hanya di tanah air, dan begitu turun di Madinah langsung naik bus dan menuju hotel," bebernya.

Ia mengungkapkan, kuota haji Provinsi Lampung pada tahun 2020 berjumlah 7.140 orang. Namun pada tahun 2022 ini kuota hanya 3.198 orang sehingga ada calon jemaah yang terpaksa tertunda keberangkatannya.

"Yang tertunda berangkat dari Lampung sekitar 3.500 orang, karena tidak dapat nomor porsi atau kloter. Dan kita optimis mereka yang tertunda masih bisa diberangkatkan di tahun berikutnya," imbuhnya.

Puji menjelaskan, calon jemaah haji asal Bandar Lampung akan terbang ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta melalui Bandara Radin Inten II pada Senin (6/6) sekitar pukul 04.45 WIB. Kemudian melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta para calon jemaah haji akan terbang langsung ke tanah suci.

Dari para calon jemaah haji (CJH), petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Panjang menyita puluhan bungkus makanan saat akan memasuki Asrama Haji Rajabasa.

Beragam makanan yang disita mulai dari makanan basah hingga jajan kering seperti keripik singkong, keripik pisang, bawang goreng, kopi bubuk, dan cabe bubuk kering.

Kemudian ada kue lupis, onde-onde, bolu gulung, risol, nasi uduk, bumbu pecel, klepon, petisan, gemblong, bolu pisang, brokoli rebus hingga peyek teri.

"Jumlah makanan yang kami sita kurang lebih ada 35 bungkus. Makanan yang tidak boleh dibawa adalah makanan yang mudah membusuk, dan yang tidak ada tanggal kadaluwarsanya," kata Fungsional Sanitarian KKP Panjang, Sri Endang, di sela-sela pemeriksaan calon jemaah haji di Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung, Minggu (5/6).

Sri menjelaskan, makanan tersebut tidak boleh dibawa karena dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kesehatan calon jemaah haji selama dalam perjalanan ke tanah suci.

"Kuatirnya mereka membelinya sejak lama dan siapa tahu sudah berjamur. Jika ini tetap dikonsumsi dikhawatirkan akan menyebabkan jemaah sakit perut dan diare. Jadikan repot jika selama di pesawat terkena diare," ujarnya.

Ia mengungkapkan, makanan yang disita tersebut selanjutnya akan diserahkan ke Kementerian Agama Provinsi Lampung. Namun bisa juga diambil oleh pihak keluarga masing-masing.

Ia berharap para calon jemaah haji tidak membawa makanan dari rumah karena petugas telah menyiapkannya baik selama perjalanan hingga tiba di tanah suci. (*)

Artikel ini Telah Terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Senin, 6 Juni 2022 dengan Judul "387 Jemaah Haji Terbang ke Tanah Suci"


Video KUPAS TV : 2 Bocah Pesantren Kabur dari Banten ke Lampung Selatan