Jalan Rusak dan Banjir Jadi PR Pemkot Metro
Kurdi (45), warga Jalan WR Supratman, Kelurahan Hadimulyo Timur, Metro Pusat saat menunjukkan Jalan rusak.
Kupastuntas.co, Metro - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kota Metro menjadi momentum evaluasi pembangunan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) setempat. Pasalnya, jalan rusak dan banjir kini menjadi PR yang harus segera diatasi usai perayaan hari jadi Kota Metro.
Dari pantauan, sejumlah ruas jalan protokol di Kota Metro mengalami kerusakan cukup parah. Becek ketika hujan dan berdebu ketika panas menjadi halangan pengguna jalan, kondisi tersebut juga diperparah dengan lubang yang menganga disepanjang jalan.
Tak hanya infrastruktur jalan yang menjadi keluhan, banjir yang kerap melanda pemukiman warga di Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat juga diharapkan dapat segera teratasi.
Di ruas jalan WR Supratman Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat misalnya, warga mengeluhkan kondisi kerusakan jalan yang hanya dilakukan perbaikan tambal sulam.
"Disini sering sekali rusak mas, sering ada kecelakaan juga karena jalan rusak, terus sudah lama tidak diperbaiki, sekalinya diperbaiki cuma tambal sulam, ya tidak lama rusak lagi," kata Kurdi (45) warga Jalan WR Supratman.
Keluhan serupa juga dirasakan warga Banjarsari, Metro Utara yang dilintasi Jalan Pattimura. Jalan yang melintasi kediaman pribadi Walikota Metro, Wahdi itu kini kondisinya rusak parah.
"Rusak kayak gini, dibenerin ya dibenerin tapi cuma tambal biasa. Sering kepleset, jatuh biasanya di pagi hari. Sering motor roda dua masuk lobang terus kepleset. Kalo roda empat terguling terus jatuh," beber Bayu (19).
Sementara di Jl. Dr. Sutomo, Metro Utara kerap terjadi kecelakaan lalulintas akibat kondisi jalanan yang rusak. Intan (28) salah seorang pedagang dijalan tersebut menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir telah terdapat tiga peristiwa lakalantas.
"Ya kalau panas debunya banyak, dagangan pada kotor kena debu, tapi kalau hujan disini becek banget, sampai nyipratin. Seminggu ini sudah ada tiga kali kecelakaan, waktu itu ibu-ibu jemput anaknya sekolah masuk ke lubang, terus juga bapak-bapak kepleset," ungkapnya.
Sementara itu, Keluhan banjir diutarakan Roni ZA. Warga RT 27 RW 06 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat mengharapkan Pemkot memberikan kado berupa perbaikan infrastruktur.
"Tiap hujan deras paling lama 2 jam pasti banjir di atas 70 centimeter, kalau sampai lebih dari 2 jam pernah banjir sampai pinggang, malah kadang sampai jendela. Harapan warga di ulang tahun Metro ini, sungai disini di normalisasi, agar warga tidak kebanjiran lagi," harapannya.
Roni menuturkan, banjir yang kerap melanda lingkungannya seringkali menimbulkan penyakit dan mendatangkan tumpukan sampah.
"Kemarin disini juga banjir dan air masuk rumah. Kalau banjir gini kita khawatir hewan, ular, lintah kadang masuk rumah, yang pasti penyakit gatal-gatal sama sampah numpuk itu yang dirasakan warga," terangnya.
"Banjir terparah itu tahun 2017. Pemerintah itu pernah janji untuk melakukan normalisasi sungai, tapi tidak pernah terealisasi sampai saat ini. Harapan warga ya kalau bisa jangan hanya sekedar janji-janji saja, tapi benar-benar direalisasikan," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kisruh Anggaran Media Rp200 Juta di Metro, Rozi Fernando Desak APH Periksa Anggaran Diskominfotik
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kritik Pinjaman ke Bank Lampung, Anggota DPRD Metro Siap Lepas Fasilitas Bantu Bayar Bunga
Kamis, 12 Maret 2026 -
Jelang Lebaran, Ribuan Warga Padati Pasar Murah di Metro
Selasa, 02 April 2024
Dari pantauan, sejumlah ruas jalan protokol di Kota Metro mengalami kerusakan cukup parah. Becek ketika hujan dan berdebu ketika panas menjadi halangan pengguna jalan, kondisi tersebut juga diperparah dengan lubang yang menganga disepanjang jalan.
Tak hanya infrastruktur jalan yang menjadi keluhan, banjir yang kerap melanda pemukiman warga di Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat juga diharapkan dapat segera teratasi.
Di ruas jalan WR Supratman Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat misalnya, warga mengeluhkan kondisi kerusakan jalan yang hanya dilakukan perbaikan tambal sulam.
"Disini sering sekali rusak mas, sering ada kecelakaan juga karena jalan rusak, terus sudah lama tidak diperbaiki, sekalinya diperbaiki cuma tambal sulam, ya tidak lama rusak lagi," kata Kurdi (45) warga Jalan WR Supratman.
Keluhan serupa juga dirasakan warga Banjarsari, Metro Utara yang dilintasi Jalan Pattimura. Jalan yang melintasi kediaman pribadi Walikota Metro, Wahdi itu kini kondisinya rusak parah.
"Rusak kayak gini, dibenerin ya dibenerin tapi cuma tambal biasa. Sering kepleset, jatuh biasanya di pagi hari. Sering motor roda dua masuk lobang terus kepleset. Kalo roda empat terguling terus jatuh," beber Bayu (19).
Sementara di Jl. Dr. Sutomo, Metro Utara kerap terjadi kecelakaan lalulintas akibat kondisi jalanan yang rusak. Intan (28) salah seorang pedagang dijalan tersebut menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir telah terdapat tiga peristiwa lakalantas.
"Ya kalau panas debunya banyak, dagangan pada kotor kena debu, tapi kalau hujan disini becek banget, sampai nyipratin. Seminggu ini sudah ada tiga kali kecelakaan, waktu itu ibu-ibu jemput anaknya sekolah masuk ke lubang, terus juga bapak-bapak kepleset," ungkapnya.
Sementara itu, Keluhan banjir diutarakan Roni ZA. Warga RT 27 RW 06 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat mengharapkan Pemkot memberikan kado berupa perbaikan infrastruktur.
"Tiap hujan deras paling lama 2 jam pasti banjir di atas 70 centimeter, kalau sampai lebih dari 2 jam pernah banjir sampai pinggang, malah kadang sampai jendela. Harapan warga di ulang tahun Metro ini, sungai disini di normalisasi, agar warga tidak kebanjiran lagi," harapannya.
Roni menuturkan, banjir yang kerap melanda lingkungannya seringkali menimbulkan penyakit dan mendatangkan tumpukan sampah.
"Kemarin disini juga banjir dan air masuk rumah. Kalau banjir gini kita khawatir hewan, ular, lintah kadang masuk rumah, yang pasti penyakit gatal-gatal sama sampah numpuk itu yang dirasakan warga," terangnya.
"Banjir terparah itu tahun 2017. Pemerintah itu pernah janji untuk melakukan normalisasi sungai, tapi tidak pernah terealisasi sampai saat ini. Harapan warga ya kalau bisa jangan hanya sekedar janji-janji saja, tapi benar-benar direalisasikan," tandasnya. (*)
- Penulis : Arby Pratama
- Editor :
Berita Lainnya
-
Jumat, 13 Maret 2026Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar
-
Jumat, 13 Maret 2026Kisruh Anggaran Media Rp200 Juta di Metro, Rozi Fernando Desak APH Periksa Anggaran Diskominfotik
-
Kamis, 12 Maret 2026Kritik Pinjaman ke Bank Lampung, Anggota DPRD Metro Siap Lepas Fasilitas Bantu Bayar Bunga
-
Selasa, 02 April 2024Jelang Lebaran, Ribuan Warga Padati Pasar Murah di Metro



