• Rabu, 10 Agustus 2022

Peringati Bulan Bung Karno, DPP PDI Perjuangan Kawal Pancasila dari Desa

Minggu, 19 Juni 2022 - 17.44 WIB
1.9k

Festival Desa secara hybrid di kantor DPP PDI Perjuangan Lt.5, Jakarta Pusat dan zoom meeting dengan tema 'Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia', Minggu (19/06/2022). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Memperingati Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan kawal Pancasila dari desa dengan Festival Desa.

Hal itu diungkapkan saat DPP PDI Perjuangan mengadakan rapat koordinasi festival desa secara hybrid di kantor DPP PDI Perjuangan Lt.5, Jakarta Pusat dan zoom meeting dengan tema 'Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia', Minggu (19/06/2022).

Agenda tersebut diikuti oleh seluruh DPD dan DPC PDI Perjuangan, anggota fraksi PDI Perjuangan DPR RI, DPRD Provinsi dan kabupaten/kota, Kepala daerah atau wakil kepala daerah kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia serta 730 peserta zoom meeting.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M. mengatakan, kebudayaan merupakan suatu hal penting yang harus dilestarikan guna membangun jati diri bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

"Melalui kebudayaan itu kita membangun jati diri bangsa Indonesia yang otentik yang khas Indonesia sesuai dengan kondisi geografis Indonesia merupakan suatu daerah kepulauan terbesar di dunia," kata Hasto, saat membuka acara festival desa.


Ia juga menyampaikan harapan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, untuk membangun semangat nasionalisme, dan seluruh kantor PDI Perjuangan harus memiliki grup paduan suara sebagai bentuk melestarikan kebudayaan nasional.

"Inilah yang diharapkan oleh Ibu Mega, agar dari kantor-kantor PDI Perjuangan bergelora semangat nasionalisme dengan bergerak seluruh aspek Kebudayaan Nasional. Kita harus ada yang namanya paduan suara,” lanjutnya.

Grup paduan suara diharapkan menguasai berbagai lagu nasional dan lagu daerah. Melalui lagu-lagu tersebut, maka rasa cinta tanah air dapat semakin membara. 

"Kemudian dengan menyatakan rasa cintanya melalui berbagai lagu perjuangan lagu-lagu daerah, maka akan terjadi yang sempurna antara dari kebudayaan-kebudayaan daerah menjadi kebudayaan nusantara, dan bukankah dengan cara itu Pancasila digelorakan dengan cara-cara yang bergayaan sangat penting,” tambahnya.


Ketua Bidang Kebudayaan, Ir. Tri Rismaharini, M.T., mengungkapkan, festival desa tahun ini mengangkat tiga tema yaitu festival milenial pelopor desa, festival syukur rakyat desa, dan festival inovasi teknologi desa . 

Adanya tema-tema tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi-generasi milenial yang inspiratif, peduli dengan kebudayaan Indonesia, dan berinovasi dalam membangun desa.

Festival milenial pelopor desa artinya nantinya diharapkan keluar tokoh-tokoh milenial dari desa yang inspiratif yang memiliki peran penting di desanya. Lalu Festival syukur rakyat desa artinya agar mengetahui keragaman kebudayaan yang ada di Indonesia.

"Terakhir festival inovasi teknologi desa yang kita yakin anak-anak sekarang itu banyak yang pintar dan cerdas, karena itu kita perlu mengangkat karya ini agar diketahui secara nasional,” ungkap Risma.

Menurut Risma, festival desa tahun ini akan bernuansa baru dari tahun sebelumnya karena program ini digerakkan oleh anak-anak milenial dan generasi Z.

“Festival desa yang kedua akan memberikan nuansa baru karena penggeraknya semuanya adalah anak-anak muda anak-anak milenial dan generasi Z,” ujarnya.


Sementara Wakil Sekjen Bidang Kerakyatan, Sadarestuwati, S.P., M.MA menjelaskan, festival desa merupakan cara PDI Perjuangan dalam mendukung masyarakat desa menginovasi dan menciptakan kemajuan bagi masing-masing desa nya.

“Festival desa yang kedua ini merupakan salah satu cara PDI Perjuangan untuk mendorong inovasi-inovasi dan penciptaan penciptaan pikiran berkemajuan yang khas desa,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat mengembangkan desa sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa. Artinya, setiap desa tidak dapat disama-ratakan dalam pengembangan potensinya.

"Desa itu mempunyai potensi masing-masing, begitu juga ragam budaya ini, sehingga tidak bisa kemudian desa itu harus dipaksakan membuat desa wisata, yang ternyata memang tidak ada potensi wisata. Mungkin bisa dijadikan sebagai daerah penyangga wisata," terangnya.

Ketua panitia peringatan bulan bung Karno 2022, Andreas Hugo Pareira menyimpulkan, hasil rapat koordinasi festival desa dengan empat poin penting, festival desa kawal oleh tiga pilar partai yaitu DPD, DPC dan ranting partai PDI Perjuangan.

"Tigal pilar tersebut yang menjadikan festival desa sebagai ajang inspirator dan inovator bagi seluruh masyarakat memperebutkan piala Megawati kawal pancasila dari desa, dan hadiah total Rp.412.000.000,” tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : Kader dan Simpatisan DPD PDI Perjuangan Pecahkan Rekor Muri