• Rabu, 10 Agustus 2022

Gerakan Penimbunan Jalan Rusak Meluas, Warga Minta Pemkot dan DPRD Segera Perbaiki Infrastruktur

Senin, 27 Juni 2022 - 13.10 WIB
131

Kordinator aksi gerakan moral timbun jalan AMM Kota Metro, Suwarno bersama masyarakat saat gotong royong menambal jalan rusak

Kupastuntas.co, Metro - Gerakan moral penimbunan jalan rusak di Metro kian hari semakin meluas. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Metro bersama masyarakat berbagai wilayah di Bumi Sai Wawai meminta Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk ikut serta turun kejalan melakukan gotong-royong bersama warga.

Hal itu disampaikan Kordinator aksi AMM Kota Metro, Suwarno. Ia menjelaskan bahwa gerakan yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kritik yang ditujukan ke pemerintah Kota Metro.

"Gerakan ini agar masyarakat secara luas dapat terpanggil dengan kondisi infrastruktur kita, bagaimanapun secara moral ini menjadi tanggungjawab walau mestinya bukan masyarakat yang harus turun, ini sebagai kritik bagi pemerintah agar segera melakukan perbaikan infrastruktur," kata dia saat diwawancarai Kupastuntas.co melalui sambungan telepon, Senin (27/6/2022).

Baca juga : Lagi, Warga Gotong Royong Timbun Jalan Rusak di Metro Timur dan Selatan

Ia juga menjelaskan bahwa hingga kini telah banyak kelompok masyarakat yang tergerak untuk melakukan perbaikan jalan rusak di Metro. Bahkan, Suwarno juga menyerukan pesan moral agar masyarakat bergerak serentak.

"Kemarin itu yang di Jalan Sutan Syahrir adalah gerakan masyarakat yang di inisiasi oleh pemuda bernama Heri Cahyono. Sampai dengan hari ini gerakan moral Gotong-royong perbaikan jalan sudah berlangsung di banyak tempat, Jalan Sukarno-Hatta, Pattimura, Letjen Suprapto, Mayjend S Parman dan Jalan Sutan Syahrir. Ini seruan moral yang kemudian elemen masyarakat lain bisa melakukan hal serupa di daerahnya masing-masing," jelasnya.

Dirinya berharap agar Wali dan Wakil Walikota Metro Wahdi dan Qomaru Zaman merealisasikan janjinya untuk memperbaiki infrastruktur yang ada sebelum kondisinya semakin parah.

"Gerakan ini hanya untuk mengingatkan komitmen pemerintah terkait dengan program-program yang menjadi janji-janjinya dan harusnya direalisasikan, masyarakat menunggu sudah terlalu lama. Kita prihatin melihat kondisi infrastruktur metro saat ini, kondisi ini sudah dibawah titik nadir. Dulu Metro itu dikenal dengan jalannya yang mulus, sekarang di jalan utama banyak berlubang apalagi di jalan-jalan lingkungan malah lebih parah kondisinya," bebernya.

Suwarno juga menuturkan jika tuntutan perbaikan jalan yang rusak di Kota setempat tak kunjung ditanggapi, pihaknya bersama masyarakat bakal melakukan gerakan penimbunan jalan secara masif.

"Jika pemerintah belum juga menghadirkan pembangunan khususnya infrastruktur jalan, kami akan memasifkan gerakan ini dan semua masyarakat terbangun kesadarannya. Kalau kemudian sampai hari ini juga pemerintah belum ada data dimana saja jalan yang akan diperbaiki, ya kita tentu kecewa," ungkapnya.

Pria yang juga merupakan aktivis sosial tersebut meminta agar seluruh anggota DPRD dapat mendorong Pemkot merealisasikan janji-janjinya.

"DPRD sebagai lembaga mitra eksekutif, fungsi-fungsi pengawasan juga harus di masifkan untuk mengawal program -progam yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. Jangan hanya satu atau dua anggota dewan saja, tapi ke 25 anggota dewan yang duduk itu harus mendorong bersama -sama," ujarnya.

Persoalan infrastruktur yang rusak di Metro murni merupakan kepentingan masyarakat. Untuk itu ia juga meminta agar anggota DPRD berpartisipasi dalam gerakan moral Gotong-royong menimbun jalan berlubang.

"Ini murni kepentingan rakyat, bagaimanapun legislatif itu adalah wakil kita di dewan, maka kita minta semua anggota dewan itu mendorong eksekutif. Bila perlu, sebagai tolak ukur komitmen DPRD, mereka juga harus turun tangan saat masyarakat melakukan Gotong-royong perbaikan jalan yang rusak," ucapnya.

Selain anggota dewan, Walikota Metro Wahdi dan Qomaru Zaman juga diminta untuk terlibat dalam gerakan penimbunan jalan jika memang Kota Metro tidak memiliki anggaran perbaikan.

"Dan ketika DPRD itu turun terlibat dalam gerakan moral ini, maka pemerintah daerah harusnya dapat juga turun tangan. Karena gerakan ini juga bagian dari kritik sosial yang mestinya ditanggapi serius oleh pemerintah. Masak harus masyarakat umum terus yang iuran beli material, sementara kita diwajibkan membayar pajak. Mana tanggungjawabnya pemerintah," tandasnya.

Dari data yang dihimpun Kupastuntas.co, sebelumnya AMM Kota Metro telah menerbitkan poster berisi seruan gerakan moral gotong-royong melakukan penimbunan jalan rusak di Kota Metro. Masyarakat yang terlibat diminta membawa perlengkapan seperti Cangkul, Skop, Karung, Archo dan perlengkapan penimbunan lainnya. (*)

Video KUPAS TV : Penangkapan Dua Jambret HP di Way Halim