• Sabtu, 04 April 2026

Dibiayai Miliaran, Terminal Agribisnis Milik Pemprov Lampung di Lamsel Memprihatinkan

Kamis, 07 Juli 2022 - 18.54 WIB
266

Kondisi Terminal Agribisnis milik Pemerintah Provinsi Lampung di Desa Gayam, Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Foto: Edu/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kondisi Terminal Agribisnis milik Pemerintah Provinsi Lampung di Desa Gayam, Kecamatan Penengahan Lampung Selatan (Lamsel) memprihatinkan.

Terminal yang digadang-gadang menjadi pusat distribusi hasil pertanian dan perikanan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa itu sempat beroperasi namun saat ini tidak lagi beroperasi.

Terminal Agribisnis dengan luas 30 hektar itu diresmikan pada Maret 2013 silam oleh Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hatta Rajasa, pada era Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP.

Dari pantauan Kupastuntas.co pada Kamis (7/7/2022), tampak bangunan-bangunan gedung Terminal Agribisnis yang telah menelan anggaran miliaran rupiah itu sudah mengalami rusak parah.

Di bagian depan, papan bertuliskan Terminal Agribisnis sudah tidak terlihat. Kemudian dibagian dalam, tampak bangunan-bangunan gedung pun sudah rusak termakan usia.


Tidak sedikit juga barang-barang seperti lemari, kabel dan kaca-kaca sudah dirusak bahkan dijarah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Besi untuk timbangan kendaraan pun tampak sudah berkarat dan tidak sepertinya tidak dapat digunakan lagi.

Akibat bertahun-tahun terbengkalai, lahan-lahan kosong di Terminal Agribisnis itu pun dimanfaatkan warga sekitar untuk bercocok tanam dengan menanam jagung.

Selain itu, lahan yang kosong juga digunakan oleh warga untuk melakukan bongkar muat kayu untuk selanjutnya dibawa ke Pulau Jawa.


Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, terminal itu sempat beroperasi namun beberapa tahun belakangan tidak lagi terdapat aktifitas di terminal itu.

"Timbangan saja dulunya, hasil bumi gitu. Mobil yang mau menyeberang ke Jawa kesitu dulu," katanya, saat ditemui, Kamis (07/07/2022).

Dia juga mengatakan, terdapat bangunan yang baru dibangun dan belum sempat ditempati pada beberapa tahun lalu pun kondisinya sudah sangat rusak.

Ia melanjutkan, kerusakan bangunan terminal itu lantaran dijarah dan juga rusak dimakan usia.

"Dicuri orang juga, seperti pintu dan seng nya. Itu tidak ada yang menunggu, tidak ada yang diberi kepercayakan. Rumah kita yang ditunggu saja masih kemalingan, apalagi itu," tuturnya.


Warga lainnya yang mengolah lahan kosong di terminal Agribisnis itu mengatakan, terdapat sekitar 11 orang yang mengolah lahan kosong di Terminal Agribisnis itu dan sekitarnya.

"Tanam jagung dari pada jadi belukar. Yang menggarap keliling ini sekitar 11 orang, blok-blok gitu. Ini saya baru pertama mau tanam, baru mengambil, yang sebelumnya sudah 5 tahun. Jadi saya baru pertama ini," katanya.

Sebelum diolah oleh warga sekitar jelas dia, terminal itu sempat beroperasi namun berhenti hingga saat ini.

"Terakhir itu LLAJ yang jaga disitu, kurang paham sudah berapa lamanya. Jadi sempat jalan tapi berhenti," jelasnya.

Dia pun menyayangkan terbengkalainya Terminal Agribisnis yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar itu.

"Kalau Agribisnis itu hidup pasti banyak yang untung, enggak capek kaya gini. Jadi nanti kalau mau dipakai ya silahkan, memang punya pemerintah. Ini numpung enggak dipakai dari pada mubazir," ucapnya.

Dilansir dari laman lpse.lampungprov.go.id, pembangunan Terminal Agribisnis itu telah menelan anggaran miliyaran rupiah sejak tahun 2013.

Berikut rincian anggaran yang telah digelontorkan Pemerintah Provinsi Lampung dilansir dari laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dalam pembangunan Terminal Agribisnis itu :

  1. Penyusunan DED Balai Grosir dan Jalan Lingkungan Terminal Agribisnis Tahun Anggaran (TA) 2013 dengan anggaran Rp124,5 juta
  2. Penyusunan DED Cold Storage Pabrik Es dan Sarana Prasarana Air Bersih TA 2013 dengan anggaran Rp100 juta
  3. Pengadaan Sarana Penanganan Pasca Panen TA 2013 dengan anggaran Rp299,7 juta
  4. Penyusunan Masterplan Terminal Agribisnis TA 2013 dengan anggaran Rp300 juta
  5. Pengawasan Pembangunan Gedung Balai Grosir, Cold Storage Pabrik Es dan Sarana Prasarana Air Bersih TA 2013 dengan anggaran Rp124,8 juta
  6. Pembangunan Cold Storage dan Pabrik Es di Terminal Agribisnis TA 2013 dengan anggaran Rp898,7 juta
  7. Pembangunan Gedung Balai Grosir Terminal Agribisrus Lampung TA 2013 dengan anggaran Rp2,5 milar
  8. Pengadaan Penataan dan Pemasangan jaringan listrik di Terminal Agribisnis dan Menara Siger TA 2013 dengan anggaran Rp800 juta
  9. Pengawasan Rehabilitasi Terminal Agribisnis, Anjungan Lampung TMII, Makam Raden Inten II dan Makam Ratu Darah Putih TA 2014 dengan anggaran Rp111 juta
  10. Pembangunan Embung TA 2014 dengan anggaran Rp750 juta
  11. Rehabilitasi Gedung Terminal Agribisnis TA 2014 dengan anggaran Rp700 juta
  12. Pemagaran Lahan Terminal Agribisnis TA 2014 dengan anggaran Rp499,8 juta
  13. Pembangunan Sarana Prasarana TA 2016 dengan anggaran Rp400 juta
  14. Peningkatan Jalan Kawasan TA 2016 dengan anggaran Rp470 juta. (*)