• Sabtu, 16 Mei 2026

Pemprov Lampung Upayakan Aktifkan Kembali Terminal Agribisnis di Lamsel

Kamis, 07 Juli 2022 - 19.07 WIB
151

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi, saat dimintai keterangan, Kamis (7/7/2022). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemprov Lampung tengah berupaya mengaktifkan kembali Terminal Agribisnis yang berada di Desa Gayam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnadi mengatakan, saat ini Pemprov masih mencoba merintis perizinannya, karena kalau hanya memanfaatkan lahan yang ada tidak cukup, sebab luasnya tidak mencukupi.

"Nanti coba kita perluas, kalau bisa dikembangkan sebagai kawasan industri. Tapi ini baru alternatif saja," kata Kusnadi, saat dimintai keterangan, Kamis (7/7/2022).

Baca juga : Dibiayai Miliaran, Terminal Agribisnis Milik Pemprov Lampung di Lamsel Memprihatinkan

Saat ini Terminal Agribisnis yang diresmikan oleh Gubernur Sjachroedin ZP pada tahun 2013 silam, dalam keadaan tidak digunakan dan tidak ada aktivitas apapun.

"Kita istirahat kan dulu terminal nya karena memang dulu tempatnya sebagai terminal. Tapi dengan adanya jalan tol, saat ini transportasi bisa langsung tidak lagi lewat terminal agribisnis," terangnya.

Baca juga : Sempat Terbengkalai, Pembangunan Perpustakaan Modern Kini Dilanjutkan Kembali

Kusnardi menerangkan, saat ini pihaknya lebih memprioritaskan Dermaga Tanah Merah yang ada di Kabupaten Mesuji untuk mengirim berbagai macam komoditas ke Provinsi Bangka Belitung.

"Tetapi ini tidak menutup kemungkinan bisa ke provinsi lain selain Bangka Belitung, karena ini sangat strategis untuk pantai timur," terangnya.

Seperti diketahui, pembangunan seluruh fasilitas dan infrastruktur Terminal Agribisnis tersebut setidaknya membutuhkan investasi sebesar Rp1 triliun.

Sementara untuk pembangunannya dibagi dalam tiga tahap dengan sumber dana dari APBD Lampung dan APBN serta melibatkan lembaga Japan International Cooperation Agencies (JICA) selaku konsultan. (*)


Video KUPAS TV : Proyek Ribuan Hektar di Lampung Selatan Terbengkalai