Pemkot Metro Dinilai Berlebihan Sambut Mahasiswa Dengan Kawat Berduri, KNPI: Mereka Bukan Teroris!
Tampak Walikota Metro Wahdi saat bernegosiasi dengan perwakilan mahasiswa. Foto: Arby/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Metro - Terpasangnya kawat berduri sepanjang kurang lebih 30 meter untuk
menghalau aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot)
Metro menjadi sorotan publik. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota
Metro menilai sikap Pemkot berlebihan.
Hal
tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Kota Metro, Lukman Sanjung. Menurutnya,
aksi damai oleh Aliansi Mahasiswa tersebut bukan merupakan ancaman bagi
pemerintah.
"Saya
memandang pemerintah terlalu berlebihan, dengan memberikan pagar berduri 30
meter, itu berlebihan. Mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi," kata
dia kepada Kupastuntas.co, Senin (19/9/2022).
Baca juga : Kawat Berduri Dipasang di
Depan Gedung Pemkot Metro Jelang Demo Kenaikan BBM
Baca juga : Massa Aksi Ricuh, Walikota
Metro Sepakati Penolakan Kenaikan BBM
Menurutnya,
aksi demonstrasi mahasiswa tersebut merupakan bentuk kebebasan berekspresi
dalam mengisi kemerdekaan.
"Saya
juga dulu pernah demo, gak sampai begitu. Hanya barisan pengaman. Sudah menjadi
tugas dan fungsi mahasiswa dalam memberikan kontrol terhadap pemerintah. Fungsi
mahasiswa sebagai agen pembaharuan," ujarnya.
Baca juga : Breaking News, Demo Mahasiswa
di Pemkot Metro Ricuh, Ketum HMI Terluka
Ketua
KNPI itu juga menilai pemasangan kawat berduri dalam aksi damai aliansi
mahasiswa sangat tidak layak. Ia menyebut, penyampaian aspirasi oleh mahasiswa
wajib dilindungi.
"Tidak
layak jika disambut dengan kawat berduri, karena mereka mahasiswa hanya mau
nyampaikan aspirasi. Saya secara pribadi, pengalaman aktivis ketika demo dulu,
tidak ada pemasangan kawat berduri. Gak sampai begitu, mereka bukan
teroris," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Tommy Gunawan: Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Ancaman Serius bagi Demokrasi
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kisruh Anggaran Media Rp200 Juta di Metro, Rozi Fernando Desak APH Periksa Anggaran Diskominfotik
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kritik Pinjaman ke Bank Lampung, Anggota DPRD Metro Siap Lepas Fasilitas Bantu Bayar Bunga
Kamis, 12 Maret 2026



