• Senin, 06 Februari 2023

Hingga November 6.122 Hektare Lahan di Lampung Terbakar, Didominasi di Kawasan TNWK

Minggu, 27 November 2022 - 17.10 WIB
75

Kepala Dishut Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah saat dimintai keterangan awak media. Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung mencatat hingga November 2022 ini lahan seluas 6.122 hektar yang ada didaerah setempat mengalami kebakaran.

Kepala Dishut Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menjelaskan jika kebakaran lahan tersebut paling banyak terjadi dikawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan luas lahan mencapai 5.697 hektare.

"Alhamdulillah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada penurunan. Untuk penyebabnya sendiri ini karena masyarakat kurang edukasi dengan membakar sampah sembarangan sehingga abunya terbang jadi tersambar," katanya saat dimintai keterangan, Minggu (27/11/2022).

Yanyan menjelaskan jika selain adanya penurunan jumlah lahan yang terbakar, untuk jumlah titik panas atau hotspot juga menunjukkan ada penurunan. Dimana saat ini ditemukan 2.810 titik sementara tahun sebelumnya sebanyak 3.345 titik.

Menurutnya, dari 2.810 titik hotspot tersebut yang paling mendominasi terjadi di Kabupaten Lampung Selatan dengan jumlah 1.032 titik, Way Kanan 517 titik, Tulang Bawang 361 titik dan Lampung Timur 306 titik.

"Di Lampung Selatan kenapa tinggi ini karena didominasi oleh aktifitas di Gunung Anak Krakatau (GAK). Sementara daerah lainnya ini merupakan kawasan yang mayoritas terdapat lahan dan hutan. Kejadian kebakaran sendiri rata-rata terjadi pada singga hingga sore," jelasnya.

Ia mengungkapkan jika upaya untuk terus menekan angka kebakaran lahan, pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) serta melakukan monitoring kebakaran hutan dan lahan melalui pantauan hotspot.

"Kami juga bersiaga dengan mengintensifkan koordinasi ke instansi terkait tentang sebaran hotspot di berbagai daerah. SE juga kami sebarkan ke Kepala UPTD KPH atau dan pemegang ijin pengelolaan hutan  untuk antisipasi," jelasnya. (*)