Kawasan Industri Way Pisang Butuh Lahan Hingga Tiga Ribu Hektar
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi saat dimintai keterangan, Rabu (11/1/2023). Foto: Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membutuhkan, lahan seluas 3.000 hingga 4.000 hektar guna membangun Kawasan Industri Way Pisang yang rencananya akan dibangun di Desa Marga Catur, Kabupaten Lampung Selatan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi mengatakan, lahan yang akan digunakan tersebut merupakan lahan produksi. Sehingga harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Kawasan industri Way Pisang ini akan kita tuangkan kedalam RTRW. Selanjutnya kita jadikan sebagai kawasan industri yang di fokuskan untuk agro industri pengolahan hasil pertanian dari Provinsi Lampung," kata Kusnardi saat dimintai keterangan, Rabu (11/1/2023).
Ia menjelaskan, dipilihnya Way Pisang lantaran memiliki akses yang cukup strategis hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari pintu tol Trans Sumatera dan 10 kilometer dari jalan lintas Sumatera serta berdekatan dengan terminal agribisnis.
"Kita sedang siapkan lahan dan jika sudah ada maka kita akan bekerjasama dengan investor. Tapi lahan yang menyiapkan adalah Pemprov, rencana luasan nya sekitar 3.000-4.000 hektar. Kita sedang percepat untuk pembebasan lahan nya," jelasnya.
Menurutnya, kawasan industri Way Pisang adalah salah satu dari 4 kawasan Industri di Provinsi Lampung yang masuk dalam RPJMN periode tahun 2020-2024.
"Rencana kawasan industri itu ada empat di Lampung yang masuk RPJMN. Diantaranya Kawasan Industri Way Pisang, Kawasan Industri Tanggamus, Kawasan Industri Terpadu Pesawaran dan Kawasan Industri Katibung Lampung Selatan," tutup Kusnardi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Umihanni menjelaskan, kawasan Industri Way Pisang tersebut akan terintegrasi dengan pelabuhan agribisnis.
"Sesuai dengan potensi Provinsi Lampung maka Way Pisang akan terintegrasi dengan teminal agribisnis. Nanti akan ada pembagian nya seperti kawasan seperti zona industri dan zona infrastruktur," kata Elvira. (*)
Berita Lainnya
-
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Lampung 4 Hari Kedepan
Senin, 15 Juni 2026 -
Massa Aksi Tembus Halaman Kantor DPRD Lampung, Soroti Harga BBM hingga Program MBG
Senin, 15 Juni 2026 -
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Lampung Ajak Warga Beri Data secara Jujur
Senin, 15 Juni 2026 -
Pendaftaran SPMB SMA-SMK Negeri Lampung Dibuka Hari Ini, Tersedia 76.294 Kursi
Senin, 15 Juni 2026








