Pemkot Bandar Lampung Cek Stockpile Batubara Bermasalah Minggu Ini
Kasatpol PP Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki, saat dimintai keterangan, Selasa (28/2/2023). Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung bakal menurunkan tim guna mengecek langsung perusahaan Stockpile Batubara yang bermasalah atau tidak memiliki izin minggu ini.
Kasatpol PP Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki mengatakan, soal Stockpile Batubara pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat setempat dan juga Dinas Perizinan minggu-minggu ini segera melakukan pengecekan.
"DLH nanti lihat terkait Analisis dampak lingkungan (Amdal) nya, lalu kalau Dinas perizinan tentunya terhadap izin-izin yang dimiliki," ujar Nurizki, saat dimintai keterangan, Selasa (28/2/2023).
Baca juga : Tiga Perusahaan Stockpile Batubara di Lamsel Tidak Berizin
Oleh karenanya, saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi bersama dinas terkait untuk kapan waktunya melihat perusahaan itu sudah punya izinnya atau belum.
"Sehingga untuk saat ini kita belum turun ke lapangan. Tapi setelah koordinasi nanti kita akan turun," lanjutnya.
Baca juga : Pemkot Bandar Lampung Bakal Tertibkan Perusahaan Stockpile Bermasalah
Menurutnya, tindakan yang nantinya akan dilakukan oleh tim ini sesuaikan dengan perda no 1 tahun 2018 tentang ketentraman dan masyarakat dan ketertiban umum.
"Karena kita satu tim tidak atas satu OPD. Jadi yang bergerakpun pun tim, termasuk untuk memberikan sanksinya juga tim yang akan memberikan," tandasnya. (*)
Video KUPAS TV : Tutup Stockpile Batubara Ilegal di Bandar Lampung dan Lamsel
Berita Lainnya
-
Apresiasi Hasil Raker 2026, Rektor UIN RIL Tegaskan Komitmen Implementasi Program
Minggu, 19 April 2026 -
OJK Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah Melalui Sinergi dan Penguatan Kebijakan SLIK
Sabtu, 18 April 2026 -
Raker UIN RIL 2026, Karo SDM Kemenag Dorong Peningkatan Tata Kelola ASN
Sabtu, 18 April 2026 -
Perkuat Spiritual dan Soliditas, Raker UIN RIL 2026 Diisi Qiyamul Lail hingga Senam Pagi
Sabtu, 18 April 2026








