• Kamis, 14 Mei 2026

Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Lakukan Razia Gabungan, Ini Hasilnya

Jumat, 03 Maret 2023 - 13.52 WIB
240

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Porman Siregar, saat memimpin pemusnahan barang hasil razia, Jum'at (3/3/2023) pagi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Bandar Lampung bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian dan juga TNI melakukan razia bersama kepada narapidana yang ada didalam lapas, Jum'at (3/3/2023) pagi.

Razia tersebut juga turut dihadiri oleh Plh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Dr. Alpius Sarumaha.

Razia gabungan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian dan TNI tersebut bertujuan untuk melakukan deteksi dini adanya gangguan keamanan ketertiban serta mewujudkan komitmen "Zero Halina".

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Porman Siregar, mengungkapkan jika kegiatan razia tersebut merupakan program rutin sebagai salah saru komitmen lapas terkait "Zero Halinar" (Handphone, Pungli dan Narkoba)’.

"Sesuai dengan arahan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, hari ini kita melakukan razia gabungan. Alhamdulillah hasilnya kita tidak menemukan handphone dan barang-barang narkoba," kata dia.

Ia juga menjelaskan jika kegiatan razia gabungan tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Lampung Selatan, Komando Rayon Militer (Koramil) Tanjung Bintang dan Kepolisian Sektor (Polsek) Sukarame.

"Terimakasih banyak kepada BNN, TNI dan Polri yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan kondisi Lapas Narkotika Bandar Lampung saat ini aman tekendali," tambahnya.

Kegiatan tersebut juga tidak hanya merazia blok hunian dari warga binaan, namun BNNK Lampung Selatan juga melaksanakan tes urine kepada sejumlah narapidana dan petugas Lapas Narkotika Bandar Lampung.

"Kita juga lakukan tes urine secara acak kepada sekitar 30 narapidana dan petugas Lapas Narkotika Bandar Lampung. Alhamdulillah hasilnya negatif, yang melaksanakan tes itu BNN bukan dari kita," paparnya.

Sementara itu Plh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Lampung Dr. Alpius Sarumaha, mengatakan bahwa hasil razia di Lapas Narkotika Bandar Lampung menunjukkan semakin berkurang nya barang-barang terlarang yang dibawa seperti benda-benda berbahaya.

"Apa yang kita dapati hari ini, semakin hari semakin berkurang. Meskipun masih kita temui benda tajam seperti gunting dan sebagainya, tapi kita berharap semakin hari semakin berkurang dan semakin hari tidak ada lagi," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan jika kegiatan razia tersebut harus terus ditingkatkan dan dipertahankan sebagai bentuk deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban yang ada didalam lapas.

"Tentunya, kegiatan razia gabungan ini harus dipertahankan oleh lapas dan rutan sehingga kondisi menjadi aman terkendali. Saya pikir kerja keras dari kalapas beserta BNN dan Polri, jadi kami ucapkan terimakasih," kata dia.

Sementara itu Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Ikhlas mengatakan bahwa kegiatan razia merupakan bentuk sinergitas antar penegak hukum (APH).

"Pelaksanaan kegiatan razia di Lapas Narkotika ini sebagai tindak lanjut daripada sinergi. Artinya adanya sinergi dari kementerian atau lembaga di lingkungan Kabupaten Lampung Selatan dalam kegiatan razia," katanya.

Setelah dilakukan penggeledahan di sejumlah Blok Hunian warga binaan, BNNK Lampung Selatan menegaskan tidak adanya barang-barang terlarang seperti narkoba yang ditemukan.

"Kita juga melakukan kegiatan penggeledahan badan dan tempat, terkait dengan barang bukti narkoba. Alhamdullilah dalam kegiatan razia ini tidak ditemukan barang bukti narkoba dalam bentuk apapun. Kami juga telah melaksanakan tes urine kepada 40 warga binaan dan hasilnya semua negatif," tegasnya.

Menutup kegiatan razia gabungan tersebut, Kalapas Narkotika Bandar Lampung memimpin pemusnahan barang hasil razia yang didapat dari Blok Hunian narapidana. (*)

Video KUPAS TV : Pohon Tumbang Timpa Toyota Agya di Halaman Kantor Disdukcapil Lampung


Editor :