Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan di Batu Brak Disebut Warga Sebagai Rumbia nya Lambar
Kondisi ruas jalan Kabupaten penghubung Pekon (Desa) Kota Besi - Sukabumi Kecamatan Batu Brak yang rusak parah. Foto: Echa/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Fenomena infrastruktur jalan yang rusak akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan hangat di tengah masyarakat Provinsi Lampung baik itu ruas jalan Nasional, Provinsi ataupun Kabupaten. Bahkan Presiden Joko Widodo hari ini sampai turun ke Lampung untuk melihat langsung kondisi ruas jalan yang sedang ramai di perbincangkan.
Seperti di ruas jalan Kabupaten yang menghubungkan Pekon (Desa) Kota Besi dan Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, puluhan bahkan mungkin ratusan lubang menganga di sepanjang ruas jalan tersebut dibiarkan tanpa adanya pembangunan oleh pihak terkait, masyarakat setempat pun menyebut kerusakan yang terjadi sebagai rumbia nya Lampung Barat.
Elsip, salah satu warga setempat menyampaikan, kerusakan pada ruas jalan tersebut sudah terjadi bertahun-tahun. Dirinya tidak menampik adanya upaya perbaikan yang dilakukan oleh pihak terkait, namun hanya berupa tambal sulam dan hanya dilakukan pada titik-titik kerusakan tertentu tidak secara menyeluruh.
"Kalau empat tahun sih lebih, sebenarnya pernah sih di rehab tapi cuma tambel-tambel aja, padahal ini jelas mengganggu (aktifitas) karena ini satu-satunya jalan yang di lalui oleh masyarakat untuk ke kebon," kata Elsip, saat ditemui di lokasi kerusakan pada ruas jalan Kabupaten itu, Jumat (5/5/2023).
Selain dinilai mengganggu aktivitas masyarakat setempat, kerusakan yang terjadi pada ruas jalan penghubung jalan Nasional dan jalan Provinsi itu juga kerap menghambat pengguna jalan, bahkan tidak jarang ada kendaraan yang terjebak pada lubang yang kedalaman nya mencapai 20-30 Cm itu.
"Kemarin saja disini ada mobil dari Suoh masuk ke kepeleset ke kebon dan nyangkut karena menghindari lubang ini," kata Elsip.
Masyarakat setempat pun sudah sering mengusulkan perbaikan terhadap ruas jalan Kabupaten itu pada saat Musrenbang, namun hingga saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan, hingga masyarakat setempat menyamakan kondisi ruas jalan itu seperti jalan Rumbia yang ada di Lampung Tengah yang saat ini tengah viral.
"Sering kita usulkan tetapi mungkin laporan nya belum sampek ke pemerintah, jadi sekarang biar pemerintah tahu kalau disini ada Rumbia nya Lampung Barat karena lubang nya sudah banyak sekali di sepanjang jalan ini dan kedalaman nya bermacam-macam," terangnya.
Sebelum rusak ruas jalan Kabupaten itu menjadi akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas dan menjual hasil kebun mereka, namun setelah kerusakan semakin parah masyarakat lebih memilih mengambil jalan lain yang jarak tempuh nya lebih jauh.
Oleh karena itu pihaknya pun berharap ada perhatian dari Pemerintah agar ruas jalan Kabupaten itu bisa segera di perbaiki secara permanen bukan hanya tambal sulam, sebab menurut dia jika akses masyarakat terganggu maka perekonomian juga akan terganggu.
"Karena mayoritas masyarakat disini adalah petani dan akses jalan ini satu-satunya akses yang bisa dilalui, jika terus di biarkan seperti ini aktifitas masyarakat bisa terganggu dan perekonomian masyarakat juga pasti bisa terganggu," tegasnya.
Sementara itu, Antoni pengguna jalan menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih peka terhadap kebutuhan infrasrtuktur masyarakat, terlebih jalannya roda perekonomian masyarakat juga ditentukan oleh kualitas pembangunan insfratruktur yang mantap.
"Jika pemerintah saja tidak peka terhadap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bagaimana Lampung Barat bisa maju, karena kunci maju nya sebuah daerah karena infrastrukturnya bagus sehingga perputaran ekonomi nya menjadi lancar tetapi jika infrastruktur nya seperti ini tentu kita semua bisa menilai seperti apa kinerja pemerintah," kesalnya. (*)
Video KUPAS TV : Lagi! Ruas Jalan Nasional di Lampung Barat Terancam Putus
Berita Lainnya
-
Sidang Lanjutan Kasus Ganja 987 Gram di PN Liwa, Terdakwa Mengaku Dijebak
Rabu, 13 Mei 2026 -
Dikeluhkan Warga, Camat BNS Pastikan Sanitasi di Sukajadi Segera Diperbaiki
Selasa, 12 Mei 2026 -
Sampah Lampung Barat Tembus 127 Ton per Hari, Sebagian Besar Belum Tertangani
Selasa, 12 Mei 2026 -
Proyek Sanitasi di BNS Lambar Diduga Asal Jadi, Warga Keluhkan Air Mati dan Tak Ada Septic Tank
Selasa, 12 Mei 2026








